Posted on

Surat Untuk Guruku di Penjara

Oleh : Siti safwatul ummati binti zaetun

Orang mengatakan saya adalah wanita karir,karena kesibukan saya dan sering bekerja di luar kota,selain mengurus bisnis,saya juga seorang pengacara,saat ini saya sedang menangani sebuah kasus yang hampir selesai,sudah satu minggu saya meninggalkan anak dan suami saya,tapi ditengah kesibukan saya selalu menyempatkan diri berkomunikasi dengan suami dan anak saya.
       Hari ini Ziyan anak semata wayang saya berulang tahun,saya terpaksa tidak bisa menemaninya,namun saya tetap bisa mengucapkan selamat meski hanya lewat hand pone.”halo ziyan selamat ulang tahun sayang”
“Terima kasih mama…tadi ziyan dapat hadiah dari ibu guru,robot yang bisa ngingetin,kalau waktu makan robotnya ngingetin”sudah waktunya makan bos”gitu…”
“Wah hebat dong..kalau dari mama ziyan mau hadiah apa?
“Mmmm..terserah mama aja”
“Ya sudah,besok kalau mama pulang mama kasih hadiahnya ya sayang..”
“Ok ma…”hampir setiap kali saya telfon,ziyan akan menceritakan pengalaman bahagianya bersama teman dan gurunya di sekolah.
       Satu bulan berlalu kasus yang saya tangani berhasil saya menangkan,sudah lima hari saya tidak berkomunikasi dengan ziyan,tadi pagi suami saya mengabarkan kalau ziyan hari ini demam tidak bisa masuk sekolah,setelah mendapatkan bayaran dari klien saya serta semua beres saya berangkat pulang.
       Pukul 07 : 30  malam saya sampai rumah,ziyan sedang tidur,”ziyan sudah minum obat pa?”
“Sudah tadi setelah makan,oh ya ma..papa mau kerumah bapak kepala desa sebentar tadi ada undangan”kata suami saya yang saya jawab dengan anggukan.Saya membelai ziyan menumpahkan rasa rindu,saya mencium keningnya yang ternyata membuat dia terbangun.
“mama…”
“Ya sayang…eh mama bawa hadiah untuk ziyan,sebentar ya..ziyan bangun dan berusaha duduk,saya mengeluarkan kado dan memberikan pada ziyan”taraaaah…. selamat ulang tahun sayang..”ziyan membuka kado pemberian saya yang isinya mobil-mobilan polisi lengkap dengan boneka polisi,setelah terbuka dia mengamati tapi hanya sebentar lalu dia menyerahkan kembali tanpa  berkata apa-apa”ziyan tidak suka?”tanya saya,dengan kepolosannya dia menggeleng.saya membenarkan posisi duduk saya berhadapan dengannya sambil memegang bahunya”kenapa ziyan tidak suka?
“Saya tidak suka polisi,saya tidak suka mobil polisi..buang saja ma..”kata ziyan sambil terisak,saya memeluknya dan setelah tangisnya reda..”kenapa ziyan tidak suka?”
“Polisi menjemput ibu guru di sekolah,ibu guru  menangis tapi polisi tetap  membawa ibu guru dengan mobilnya.ziyan menceritakan kejadian yang dilihatnya sambil terisak,saya membelai kepalanya sambil menenangkannya..”tenang sayang nanti mama jemput ibu guru biar bisa sekolah lagi,ziyan menatap saya”benar ma?”saya mengangguk,ziyan sayang sekali sama ibu guru?ziyan mengangguk,terus ibu guru siapa yang dibawa polisi?”ibu guru Amirah”saya tertegun,”ah tidak mungkin”fikir saya,namun rasa penasaran membuat saya bangkit,”ziyan tunggu sebentar ya nak..”ziyan mengangguk.
       Di ruang tamu saya menelfon klien saya…
“benar bu namanya àmirah binti hanan,dia guru SDN 3 perempung”saya terhempas dikursi tamu,”jadi yang saya penjarakan itu guru kesayangan anak saya?”fikiran saya kacau saya teringat kasus yang menimpa ibu amirah,dia tersangka kasus kekerasan terhadap anak,ibu amirah dituduh mencubit gea muridnya yang sekaligus adalah anak dari pak gandar,rekan bisnis saya,pak gandar keberatan dan menyerahkan kasus ini kepada saya dan saya berhasil memenagkannya.Ibu amirah divonis enam bulan penjara.”mama…”suara ziyan mengagetkan saya”ada apa sayang?”
“Ziyan minta hadiah uang boleh?”
“Uang?buat apa sayang..?”
“Ziyan mau kirim untuk ibu amirah sekalian dengan surat ini,sambil menyerahkan sebuah lembaran “ziyan juga minta tolong mama kirimkan,mama mau kan?”
“Ya sayang besok mama kirimkan sekarang kita pergi tidur dulu supaya besok tidak terlambat kirim suratnya ya sayang…”ziyan mengangguk,kami beranjak menuju kamar dan tidak lama ziyan tertidur pulas,ada ketenangan diwajahnya setelah saya menyanggupi permintaannya,wajah polos anak kelas dua sekolah dasar,saya mencium keningnya kemudian saya membuka lembaran yang diberikan ziyan,lembaran itu dia robek dari buku tulisnya,disana tertulis”…untuk ibu guru amirah di penjara,ibu guru jangan lama-lama di sana,ziyan tidak suka ibu tidak ada di sekolah,ziyan kirimkan ibu guru uang untuk ongkos pulang dan ziyan berdo’a semoga hari ini tidak hujan supaya ibu guru tidak kehujanan kalau nanti turun dari mobil angkutan,soalnya rumah ibu guru kan jauh dari jalan raya,ziyan tunggu ibu guru di sekolah besok,dari ziyan..”
Saya tidak mampu lagi membendung air mata saya yang mengalir deras membasahi lembaran surat ziyan yang akan dikirim untuk ibu gurunya tersayang,hati saya seperti teriris sembilu,saya memang seorang ibu sekali gus wali murid yang kejam….
Salam do’a dan harapan
Safwa zaetun

383 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

 

4 thoughts on “Surat Untuk Guruku di Penjara

  1. luar biasa,,alur ceritanya membuat saya merinding dan terharu.cerita ini menginspirasikan bahwa guru telah mampu membentuk karakter siswa yang menunjukkan sikap peduli terhadap orang lain lebih2 terhadap orang yang sangat berjasa baginya yaitu gurunya.Di sisi lain hanya karena seorang guru mencubit siswanya kemudian dilaporkan ke polisi.jasa guru yang tiada tara dikalahkan oleh sedikit cubitan guru kpd siswanya.

     
  2. luar biasa,,alur ceritanya membuat saya merinding dan terharu.cerita ini menginspirasikan bahwa guru telah mampu membentuk karakter siswa yang menunjukkan sikap peduli terhadap orang lain lebih2 terhadap orang yang sangat berjasa baginya yaitu gurunya.Di sisi lain hanya karena seorang guru mencubit siswanya kemudian dilaporkan ke polisi.jasa guru yang tiada tara dikalahkan oleh sedikit cubitan guru kpd siswanya.

     
  3. Inspiratif,,,semoga bisa menginspirasi para siswa-siswa di segala penjuru dunia.

    Cerpen ini mengandung amanat yang luar biasa,dengan disertai diksi yang mudah dipahami serta alur yang jelas. Cerpen ini secara tersirat menyampaikan bahwa esensi dari makna pendidikan yang sesungguhnya, bahwa pendidikan merupakan ikhtiar yang strategis untuk kemajuan bangsa, dan kemajuan bangsa harus ditopang dengan sumber daya manusia yang stabil akan nuansa akhlak, bukan hanya tertera pada catatan yang terangkum di kurikulum dan materi ajar, melainkan nilai-nilai mulia yang aplikatif terinternalisasi dalam diri manusia. Untuk mencapai hal ini, dibutuhkan kerja sama yang baik antara guru dengan murid. Guru dan murid sama-sama mengemban tanggung jawab yakni guru harus menghargai murid, dan siswa juga harus menghormati guru.

    1000 jempol

     
  4. makax jangan sedikit2 melapor ke polisi