Posted on

Sang Pahlawan Banjir Bandang Garut

Oleh : Agung Muhamad

Garut adalah sebuah nama untuk kota kecil di Indonesia yang letaknya di sebelah barat pulau jawa yang kini berada di provinsi jawa barat. Letaknya yang begitu pelosok membuat Garut menjadi bahan bercanda yang dilakukan oleh orang metropolitan, namun kenunggulannya adalah garut merupakan salah satu daerah yang terkenal denagn dodolnya dan dombanya.


Untuk kepadatan penduduknya sendiri garut masih dikatakan belum menjadi kota padat penduduk. Lingkungannya masih terasa asri jika di bandingkan dengan kota-kota metropolitan lainnya seperti Bandung. Namun bukan itu topik utama kita melainkan misteri yang terjadi ahir-ahir yaitu banjir bandang Garut. Bagaimana bisa kota Garut yang begitu asri dapat terkena  banjir bandang?.
Jika ditelusuri lebih lanjut sungai terbesar di Garut hanyalah sungai cimanuk. Sungai yang katanya berada di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini berhulu dikaki Gunung Papnadayan dan mengalir kearah timur laut kurang lebih sepanjang 180 km.  Sungai tersebut tentunya melewati beberapa tempat di Garut seperti RSU (Rumah Sakit Umum) Garut. Beberapa waktu yang dikabarkan bahwa garut mengalami musibah yaitu banjir bandang garut. Dimana banyak korban meninggal yaitu sekitar 20 orang meninggal.
Dikatakan terdapt seorang pemuda pemberani yang tinggal di Garut yaitu Otong. Dia  adalah sesosok pemuda yang sangat peduli terhadap lingkungannya. Ia tiggal bersama sanak keluarganya Di garut. Ia termasuk anak yang tidak mampu untuk melanjutkan kuliah. Namun ahlak ya yang baik tidak diukur dari seberapa tinggi ia mengeyam pendidikan. Dia mempunyai seorang adik yang bernama Farman. Ia sangat saying kepada adiknya dan sangt berharap kepada adiknya agar kelak nanti dia bisa melampaui kakanya dalam melanjutkan pendidikan. Namun karena sifat keduniawiannya, hampir sampai mengorbankan dirinya sendiri akan cinta dengan harta dunia. Begini kejadiannya.
Hari itu hari sabtu angin kencang disertai hujan lebat menimpa Pemukiman kami. Semua orang yang berada di halaman rumahpun mensegerakan untuk masuk kedalam rumah tentunya untuk berlindung. Ketika semua orang yang ada didalam perkampungan tersebut sedang berlindung tiba-tiba ada suara teriakan terdengar dari arah hulu sungai Cimanuk.
(Banjir..!! Banjir…! Banjir…!).
Semakin lama suara terikan tersebut semakin ramai terdengar. Karena Mendengar terikan tersebut sesegera mungkin semua orang lari keluar dan mencari daerah yang lebih tinggi untuk berlindung dari kejaran banjir bandang.
Ketika semua orang lari ketakutan ada seorang anak pemberani yaitu Otong. Dia mengrahkan semua orang untuk sesegera mungkin meninggalkan pemukiman tersebut agar lolos dari kejaran amukan air sungai cimanuk. Padahal saat itu banjir sudah mulai menggenangi pemukiman warga tapi dia tetap tegar untuk membantu warga disekitarnya. Kemudian diapun naik keatas genteng sambil berteriak seperti ini.
Ayo…cepat…!!! Lari kearah sana….!!! Agar kita selamat….. disana ada daerah yang tinggi….
Begitulah dia berteriak kepada orang-orang agar dia bisa menyelamatkan semua orang. Seketika itu pun semua orang menuruti semua perkataanya.
Namun ketika semua orang sibuk menyeleamatkannya nyawanya dari amukan banjir. Justru adiknya yang bernama Farman malah sibuk mengumpulkan harta bendanya. Karena otong melihat apa yang sedang dilakukan farman maka otongpun langsung menegur dan menasihati adiknya itu
(Man…. Cepat kita tidak ada waktu untuk mengumpulkan barang bawaan). Otong berteriak kepada adiknya agar dia segera pergi ketempat yang tidak terkena banjir.
(tapi kak…. Gimana barang-barang kita nanti kalo terseret bajir). Sambal teriak Farman berkata kepada kakanya.
Otong      :Yang seperti itu bukanlah masalah man…. Ayooo..!! cepat nyawamu lebih berharga…
Farman     :tapi kak….
Otong      :cepatlah air sudah mulai menenggelamkan pemukiman ini dan menyeret semua yang melewatinya…
Karena adiknya tidak mendengarkan kakanya, dengan sigat otong langsung mengampiri adiknya yang mengumpulkan barang bawaan. Namun tetap saja adiknya kekeh mengumpulkan barang -barangnnya. Dan akhirnya iya terseret arus banjir. Ia raih tiang pagar sebagai pegangan.
Farman        :tolong..!!! tolong…!! Tolong…!!!
Farman berteriak meminta tolong. Akhirnya otong pun segera datang. Ia lonacat diatas genteng pemukiamn warga. ia dekati adiknya di tepi genteng dan mengulurkan tanganya agar adiknya dapat meraih tangannya.
 Otong        :man cepat raih tangan kakak….
Farman        :engga nyampe kak…..
Sikapnya yang tenang dengan maslah membaut dia berfikir untuk menyelamatkan adiknya. Ketika itu otong melihat balok kayu kemudian dia ambil balok kayu tersebut dan mengulurkan balok kayu itu kepada adiknya
Otong                   :ayo raih balok kayu ini terus naik ke atas tiang pagar itu…
Farman                 :baik kak…..
Derasnya air banjir membuat semua yang dihempasnya terbawa. hal tersebut pun mebuat farman menjadi sangat kesusahan untuk menaiki pagar rumah..
Namun dengan bantuan kakanya farman pun terselamatkan..

305 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini