Posted on

Perjuangan Untuk Meraih Restu Pernikahan

Oleh : Uluy Permadi
disuatu desa yang sangat indah, desa yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 1500 orang, penduduk di desa itu sangat ramah dan bersahaja, keadaan di desa itu sangat indah dan menarik serta menyejukan mata, di desa itu tinggal seorang pria yang lahir dari keluarga yang ekonomnya menengah keatas, pria itu sangat mandiri meski dia lahir dari keluarga yang ekonominya menengah keatas, pria itu memilki saudara tiga orang. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan, ketiga saudaranya setelah lulus Kuliah, mereka lalu tinggal di kota dan menetap serta mencari pekerjaan di kota, sedangkan pria itu setelah lulus kuliah lebih memilih pulang ke desanya, dan berusaha memajukan desanya dengan ide-ide gilanya.
pria itu berkulit kuning langsat dan berwajah mempesona, ibunya sering memanggilnya dengan sebutan Paldi,  dia sering membantu orang tuanya di kampung, maklum karena ayahnya seorang pengusaha ikan dan memiliki toko besar, sambil dia membantu orang tuanya, dia sesekali mengeluarkan idenya untuk memajukan desa nya, dengan bercita-cita membuat tempat wisata.
Dengan bertahap dia mulai mewejutkan cita-citanya dengan usaha awalnya menanam pohot untuk tamannya, berkat usaha dan kerja keras nya bertahun-tahun, mulai lah terbentuk taman yang diinginkannya, agar lebih menarik minat wisatawan dia membuat warung makan dan minuman, supaya orang yang datang ke taman itu bisa memesan makanan atau minuman  yang khas daerah itu. Beberapa minggu usaha yang di buatnya itu sangat sedikit pengunjungnya, tetapi dengan kerja kerasnya dia tidak habis akal dia membuat brosur untuk promosi tamannya agar banyak orang yang datang, usahanya akhirnya berbuah hasil, seminggu setelah dia membuat brosur itu, tamannya akhirnya banyak di datangi oleh orang yang ingin berwisata.
Karena di desa itu banyak sekal orang yang datang, dan ada salah satu orang yang berniat tinggal di desa itu, orang itu membeli tanah di desa itu dan membuat rumah serta tinggal dan menetap di situ, umur orang itu kira kira 45 tahun, dia membuka usaha toko besar dan sebagai pengusaha ikan, pria tua itu memiliki 2 orang anak, anak yang pertama perempuan dan anak yang kedua adalah laki-laki. Anak pertama dari orang tua itu, sering kelilng-kelling desa, dan pada suatu hari dia dan teman-temannya berjalan-jalan  ke taman tempat wisata yang ada di desa itu, dan dia bertemu dengan pemilik tempat wisata itu yang bernama paldi, Paldi pun tercengang-cengang melihat wanita itu karena parasnya yang sangat cantik dan membuat orang yang melhatnya terpesona begitu pula dengan paldi sang pemilik tempat wisata itu dia tampak sangat terpesona terhadap kecantikan wanta itu. Paldi pun memberanikan diri berkenalan dengan wanta itu.
Paldi pun berbicara ‘Hai’
Wanita itu pun menjawab ‘Hai’
Paldi pun berbicara lagi, eh siapa nama mu
Wanta itu pun menjawab, Nama saya Risti
Wanita itu pun bertanya nama kau siapa
Nama saya paldi kata pria itu.
Sejak perkenhalan itu mereka berdua saling kenal dan saling suka,  pada suatu ketika paldi pun berkunjung ke rumah Risti tetapi tanpaknya orang tua dan keluarga Risti tidak suka dengan paldi, entah apa alasannya,
          Paldi pun memperkenalkan Risti kepada orang tua nya tanpaknya orang tua paldi menerima risti dengan senang hati, Risti pun sering sekali datang kerumah paldi bertemu orang tua paldi, orang tua paldi pun sangat ramah dan baik kepada Risti bahkan dia dianggapnya seperti anaknya sendiri. Seiring berjalannya waktu Paldi pun berniat untuk menikahi Risti, dengan berbicara kepada ibu dan ayahnya,
Dia pun berbicara kepada ayah dan ibunya, “ibu ayah,
Ayah dan ibu nya pun menjawab “ada apa nak”
Paldi pun berbicara lagi “Paldi berniat untuk menkahinya risti, bagaimana menurut ibu dan ayah”
Ibu dan ayahnya pun menjawab “ ayah dan ibu setuju saja nak.
Setelah dapat restu dari kedua orang tuanya, paldi pun bertemu dan berbicara kepada risti tentang rencananya ingin melamar risti, risti pun menyambut dengan gembira rencana itu,
Risti pun berkata ” tetapi bagaimana dengan orang tua ku tanpaknya mereka tidak setuju dengan rencana ini”.
Paldi pun menjawab aku pasti akan membuat orang tua mu setuju dengan rencana kita”
Semenjak itu Paldi pun sering berkunjung kerumah Risti dan tidak lupa membawa makanan agar orang tua rist bisa baik, tetapi respon dari orang tua risti tetap sinis, bahkan suatu ketika saat Paldi datang ke rumah Risti, adik Risti yang laki-laki mengusir Paldi dari rumah itu, Paldi pun pergi. Yang membuat Paldi heran kenapa orang tua Risti seperti melarang hubungan Risti dengan nya, setelah Paldi mendengar cerita dari Risti barulah Paldi mengetahui sebab orang tua Risti tidak menyetujui hubungan mereka, rupanya orang tua Risti tidak suka dengan ayah Paldi karena menurutnya sebagai pesaing dalam usahanya membel rotan dan memiliki toko besar. Paldi pun pantang menyerah dan memberanikan diri membawa orang tuanya untuk melamar Risti, meski dia sendiri sadar akan resikonya untuk di tolak.
          Ayah dan ibunya pun berangkat menuju rumah Risti, bersama dengan Paldi nya sendiri, sesampainya dirumah risti, ayah dan ibu nya pun berbicara niat Paldi untuk melamar risti kepada orang tua Risti. Tepat seperti perkiraan paldi sebelumnya bahwa orang tua Risti tidak setuju dengan rencana itu. Orang tua Risti menolak lamaran Paldi dengan sedikit kata-kata kasar. Dengan muka tertunduk orang tua paldi pun pulang dari rumah itu, sesampainya mereka dirumah. mereka pun berbicara kepada Paldi agar paldi tidak berhubungan lagi kepada Risti. Karena kedua orang tuanya merasa di permalukan oleh orang tua Risti. Tetapi paldi sepertinya masih berniat menikahi risti meski orang tuanya sudah tidak setuju karena merasa dipermalukan orang tua Risti
          Paldi pun terus berusaha dan mencoba membuat orang tua Risti setuju dengan nya, salah satu usahanya adalah dengan berkunjung kerumah orang tua risti, tetapi beberapa kali dia datang kesitu selalu tidak pernah diterma dan selalu di usir, tetapi itu tdak membuat paldi menyerah, begitu juga dengan risti terus berusaha meyakinkan keluarganya serta orang tuanya, agar menyetujui hubungannya dengan paldi, tetapi usahanya itu tampaknya sis-sia karena orang tuanya masih tidak setuju dengan hubungannya, sampai suatu hari risti berbicara kepada paldi, untuk mengutarakan niatnya untuk kawin lari, tetapi niatnya itu tidak disetujui paldi, karena paldi berpikir apabila hubungan tanpa restu orang tua maka hubungan itu akan tidak baik, paldi pun member keyakinan kepada risti bahwa hubungan mereka suatu saat nanti pasti akan di setujui orang tua mereka, dan risti pun meyakini itu, serta mereka terus berjuang mewujutkannya. Salah satunya caranya paldi terus datang kerumah orang tua risti dan berusaha mengambl hati orang tua risti dan keluarganya,
 
 
 tampaknya perlahan-lahan keluarga risti mulai menerima paldi, salah satunya adalah adik lali-laki risti yang mulai akrab dengan paldi, dan mulai bisa berbincang-bncang dan berbicara kepada paldi, sama seperti ibu risti yang mulai menerima paldi, karena melihat usaha paldi dalam mendapatkan risti dengan cara mengambil hati keluarganya. Tetapi itu berbeda dengan ayah rsti yang tampaknya masih tidak menerima paldi, bahkan ketika ayah risti ada dirumah, paldi selalu disuruh pergi dari rumah itu. Beberapa kali paldi datang dan meyakinkan ayah risti, dan akhirnya ayah rist tanpaknya mulai menerima paldi ditunjukan dengan sikap dan perilakunya yang berbeda seperti yang biasanya kepada paldi, dengan ramah dan mulai menerima paldi. Tampaknya usaha paldi selama ini tidak sia-sia.
          Paldi pun berbicara kepada kedua orang tuanya bahwa orang tua risti mulai setuju dengan hubungan mereka dan dia meminta orang tuanya datang untuk melamar risti, tatapi orang tua nya tidak setuju karena merasa malu dengan ditolaknya lamaran paldi dahulu. Paldi pun berusaha meyakinkan orang tuanya tetapi orang tuanya tetap tidak mau.
bahkan ayahnya memarahi paldi dengan kata-kata, “ paldi, kamu ingin melihat orang tua mu dipermalukan, direndah kan, dan di hina orang tua risti lagi”
Paldi pun menjawab “tdak ayah, paldi tidak ingin melihat ayah dipermalukan”
ayahnya pun berbicara lagi “apabila kamu tidak ingin melihat ayah di permalukan kamu jangn memaksa ayah untuk melamar risti untuk mu”
paldi pun berbicara, “iya ayah”.
Paldi pun berbicara kepada risti bahwa ayahnya tidak setuju dengan hubungan mereka karena ayahnya merasa di permalukan ayah rist, risti pun berbicara pada orang tuanya, orang tuanya pun menyadari kesalahan mereka dahulu ketika menolak dengan kasar lamaran paldi, ternyata itu membuat orang tua paldi sakit hati. Orang tua risti pun bernat meminta maaf kepada orang tua paldi dengan mendatangi rumah orang tua paldi, pada suatu hari orang tua risti berkunjung kerumah orang tua paldi, orang tua paldi pun menerima orang tua risti dengan baik dan bersahaja,
Orang tua risti pun berbicara “kami minta maaf atas perlakuan kami yang dulu,
Orang tua pald pun berbicara “iya, kami sudah memaafkan”
Terjadilah perbincangan-perbincangan hangat, beberapa waktu, orang tua risti pun berpamitan untuk pulang,
Setelah pertemuan itu orang tua paldi pun tidak keberatan dengan permntaan paldi untuk melamar risti, sampalah pada suatu hari orang tua paldi mendatangi rumah orang tua risti dengan tujuan untuk melamar risti untuk paldi, singkat cerita lamaran itu pun di terima orang tua risti. Dan pernikahan pun akan berlangsung, tibalah waktu pernikahan, pernikahan yang dilakukan di kediaman risti di desa itu, dilakukan dengan acara 7 hari 7 malan.

438 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini