Posted on

PERJUANGAN SEORANG GADIS KETIKA LIBUR SEKOLAH

          Oleh : Uluy Permadi


         Pada suatu hari yang sangat cerah, kira-kira pukul empat sore, kelihatan seseorang yang sedang berjalan menuju pantai, sesampainya dia di tepi pantai, dia masih harus melanjutkan  perjalanannya yang sangat panjang untuk menyusuri pantai yang memiliki pasir indah dan air sungai yang agak kekuning-kuningan, tujuannya bukanlah untuk berwisata atau bersengang senang tetapi untuk mencapai rumahnya yang kira-kira 4 jam perjalanan untuk sampai dirumahnya terlihat dia sangat letih berjalan, sesekali dia berhenti sembari minum air yang dibawanya .

Dia yang sedang berjalan itu adalah seorang perempuan yang umurnya kira-kira 13 tahun. Pakaiannya menggunakan baju lengan panjang berwarna putih, dan celana panjang yang berwarna hitam. Sandal yang dikenakannya yaiu sandal japit yang berwarna hijau yang kelihatannya agak besar dari kakinya sehingga membuatnya susah berjalan. Topinya yaitu topi biasa yang ia kenakan disekolah untuk apel pagi. Di tangan kirinya memegang botol air minum yang dibawanya.
Wajahnya terlihat sanat manis, berparas cantik dengan hidung mancung, serta kulitnya kuning langsat dan rambut panjang sebahu, pantas saja dikampungnya dia dikatakan kembang desa, dan banyak sekali yang menyukainya.
Sambil meanjutkan perjalanannya menuju kampungnya gadis itu terlihat sangat letih sekali dan air minum yang dibawanya itu pun telah habis, di tengah-tengah perjalanannya gadis itu tersandung battu yang tidak dilihatnya,  gadis itu pun terjatuh dan membuat kakinya  sedikit berdarah, sehingga membuatnya terpincng-pincang berjalan  dan sedikit merasa perih. Karena sudah tidak kuat berjalan lagi, gadis itu  pun memutuskan berhenti sejenak, sembari membersihkan lukanya, setelah beberapa saat berhenti dia pun mulai berusaha lagi melanjutkan perjalanannya dengan keadaan kaki terluka gadis itu pun berjalan pelan-pelan karena merasa sakit di kakinya.
 Keringat yang menetes di dahinya pun membasahi wajahnya dan dengan perlahan-lahan dia berjalan. akhirnya perjalanannya menuju kampungnya sudah dekat dan hanya tinggal menyebrang sungai yang tidak begitu dalam, ketika kakinya masuk ke air gadis itu pun terlihat merasa kesakitan karena efek dari lukanya tadi tetapi dia pun tetap berusaha untuk menyebrang sungai itu. Dan akhirnya dia berhasil sampai ke sebrang sungai setelah perjalanan yang cukup lama akhirnya dia sampai juga ke rumah orang tuanya dikampung.
Sesampainya dirumah diapun beristirahat tertidur sangat nenyak sekali,
‘’pada pagi harinya orang tuanya memanggilnya, ani  bangun nak ini sudah siang’’
‘’Ani pun menjawabnya, iya sebentar lagi bu’’
‘’ani  pun bangun dan hendak segera mandi ke sungai barito, dia pun berbicara kepada ibunya’’
‘’bu ani pergi mandi dulu ya’’
’’ ibunya pun menjawabnya ‘’iya hati-hati ya nak’’
Sekembalinya gadis itu dari mandinya, dia pun duduk dan berbicara pada ibunya yang sedang menjahit baju, bu kata ani, ani cape bu sekolah di kota, ibunya pun menjawab sabar ya ani karena kesuksesan memang perlu perjuangan. tetapi ani pun tidak dapat mengeluh karena kedua orang tua nya pun bukanlah orang yang kaya, dan hanya hidup sebagai petani dan  penaydap getah karet yang penghasilannya hanya cukup untuk makan.
Ibunya pun berbicara pada ani , sabar ya ani karena kita bukan keluarga yang mampu dan seperti orang, ani pun menjawab iya bu.
Di desa itu memang tidak ada sekolah  menengah pertama dan hanya ada sekolah dasar, dan teman teman ani pun memilih tidak melanjutkan ke sekolah menengah pertama yang ada dikota dikarenakan jauh dan harus mengkos sendirian.
Di kala ani pulang kampung dia selalu membantu orang tuanya, pagi-pagi ani ikut orang tua nya ke kebun karet untuk menyadap getah karet bersama ibunya, ani terlihat lihai menyadap karet karena memang ani sejak kecil sering ikut orang tua nya ke kebun karet, dari batang satu ke batang yang lainnya dan hamper 100 batang karet yang ia dadap hari ini, sambil menyadap karet dia pun berharap agar hari tidak hujan karena apabila hari hujan maka air getah karet yang disadapnya bersama ibunya tidak dapat dijual karena bercampur dengan air hujan.
Dan pada tengah hari  dia pun ikut ibunya dan ayahnya ke kebun yang brjarak cukup jauh dari rumahnya, dengan berjalan kaki dia, ibunya dan ayahnya menyusuri jalan setapak menuju kebunnya, sesampainya dia dikebunnya dia pun dan ibunya serta ayahnya membersihkan kebunnya dari rumput-rumput yang tumbuh liar, setelah itu ani, ibunya serta ayahnya memutik sayur, dan menebang pisang dari pohonnya untuk dibawa pulang kerumahnya dan dijual ke pasar dan uangnya untuk keprluan sehari-hari,
Ani, ibunya dan ayahnya pulang membawa sayur untuk dijual, ani pun ikut membantu membawa sayur sayuran itu pulang. Mereka pun berjalan kaki pulang menuju rumahnya yang agak jauh, dan sampai dirumah pada waktu senja hari, dan
 pada pagi keesokan harinya ani pergi ke pasar sambil membawa sayur yang telah di putik di kebun mereka untuk di jual , sementara ayah dan ibunya menyadap karet sekaligus mengumpulkan karet yang telah disadap mereka kemaren.
Setelah pulang dari pasar ani pun melanjutkan memasak sebelum kedua orang tuanya kembali, setetelah orang tuanya kembali ani pun menyerahkan uang yang didapatnya dari menjual sayur tadi.
Setiap hari ani selalu membantu orang tuanya dikala ia pulang kampung karena libur sekolah, setiap hari ani memiliki rutinitas seperti itu, karena kasihan dengan kedua orang tuanya yang susah payah mencari uang. Ani pun sempat berpikiran untuk berhenti sekolah dan membantu orang tua nya, Tetapi pikirannya itu harus segera dihilangkannya karena dia berkeinginan untuk membahayakan orang tuanya dengan sekolah, ani pun terus melanjutkan rutinitasnya,
pada suatu pagi ani berencana mencuci bajunya, dengan pergi ke sungai, saat ani sedang asik mencuci baju-bajunya, ani pun menoleh kekiri, setelah dia menoleh kekiri, dia melihat ada seorang gadis yang sedang asih memancing. Ani pun merasa kenal dengan gadis yang sedang mincing itu, setelah ani mengingat-ingat, dalam hati ani berkata ‘’oh saya ingat, inikan teman sd saya dulu.’’ Ani pun memanggilnya ‘’ yeni’’ gadis yang berambut panjang, berkulit hitam  itu pun menoleh kearah ani, dan gadis itu pun hanya terdiam  sambil berfikir dalam hati ‘’siapa yang memanggil ku itu, tidak beberapa lama, ani pun memangil lagi, ‘’yen ini aku ani sahabat kamu’’ dan yeni pun membalas ‘’oh kamu ani, yeni pun meletakan pancingannya dan datang menghampiri ani yang sedang mencuci bajunya tadi,
yeni pun berkata ‘’apa kabar kamu an’’
ani pun menjawab ‘’ aku baik yen, eh kamu apa babar yen’
yeni pun menjawab ‘’ baik an, eh sekolah kamu gimana an’’
ani pun menjawab ‘’ah memosankan sekolah di kota’’ mereka berdua terus berbicara, dan setelah cukup lama berbicara, ani pun sudah mau pulang cucian nya pun sudah selesai,
ani pun berbicara pada yeni, ‘’yen aku pulang duluan ya
yeni pun menjawab, ‘’iya an.
Keesokan harinya ani mandi di pagi hari, dia sedang asik mandi dan berenang-renang disungai, dan ketika ia sedang berenang di sungai, dia merasa ada yang menggigit di jarinya karena rasanya sakit sekali, dia bergegas segera keluar dari sungai, dan ternyata jarinya luka dan mengeluarkan banyak darah,sepertinya ia terkena gigitan ikan sungai yang biasa disebut masyarakat sebagai ikan BUNTAL ikan itu sangat berbahaya dan dengan giginya yang tajam dapat memotong jari orang yang terkena gigitannya.
Ani pun bergegas pulang  ke rumahnya dan berteriak, bu, ibu,
Ibunya pun segera menghampirinya dan bertannya, ‘’kenapa kamu an’’ ani menjawab, ‘’tangan ani berdarah. Ibunya pun segera mengobati tangan ani yang berdarah itu dengan perban,
Setelah beberapa hari dari kejadian itu, luka ani pun sudah mulai sembuh dan perbannya sudah dilepas. Selama beberapa hari itu ani tidak dapat membantu orang tuanya, ani pun merasa sedih karena tidak dapat membantu orang tuanya.
Tidak terasa hari demi hari  telah dilaluinya ketika pulang kampung, dengan rutinitas yang sangat melelahkan, sampailah pada saatnya dia harus kembali ke kota, untuk melanjutkan sekolahnya. Sebelum kembali ke kota ani pun berbicara pada ibunya dan bapanya, ibu, bapa ani pergi dulu ya dan sambil mencium kedua  tangan orangtuanya, ani pun berangkat pagi-pagi sekali sambil membawa bekal yang di sediakan orang tuanya, serta uang saku untuk dia sekolah di kota.

360 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

 

One thought on “PERJUANGAN SEORANG GADIS KETIKA LIBUR SEKOLAH

  1. Bahasanya baku banget jadi kurang dapet feel nya