Posted on

Kasih sayang ibu ayam

Oleh : Agung Muhammad
Disuatu perkampungangan nun jauh disana terdapat sebuah rumah dimana rumah tersebut mempunyai beberapa peternakan ayam. Perkampungan tersebut berada dikaki gunung. Dalam perkampungan tersebut ada salah seorang warga yang memiliki beberapa ayam untuk ia rawat. Kurang lebih sekitar 20 ekor ayam dan diantarnya adalah ayam jantan dan betina. Dan dari setiap ayam betina tersebut diantaranya ada yang sudah beranak dan sedang bertelur.
Setiap pagi hari menjelang seorang pemilik ayam-ayam tersebut datang untuk memberikan makanan terhadap ayam-ayam tersebut. Semua ayam berebutan untuk mendapatkan pakan tersebut. Terkadang salah satu ayam diantarnya mematuk pakan tersebut sebelum sang pemilik memberikan pakannya. Dan hal tersebut sering dilakukan oleh ayam yang yang lebih tua terhadap yang lebih muda. Sijago merah adalah ayam tertua dalam kawan tersebut. Dikarenakan sijago adalah ayam tertua dalam kawanan tersebut maka dia yang harus bertanggungjawab atas keesejahteraan ayam-ayam lain.
Dalam sekawanan ayam tersebut ada seorang ibu ayam yang baru menetaskan telur-telurnya setelah dierami beberapa hari. Kita panggil saja ayam tersebut siputih sesuai dengan warna bulu-bulu yang dia miliki. Siputih memilki 10 ekor anak ayam dan saat ini sepuluh anak ayam tersebut masih hidup. Siputih sangat sayang terhadap anak-anaknya terbukti dari sikapnya. Dan ada juga ayam lain dengan bulu yang berbeda-beda mulai dari yang berwarna hitam, abu-abu, campuran antara hitam dengan putih, campuran hitam dengan merah dll.
Setiap kali pemiliknya memberi ayam-ayam tersebut pakan pasti selalu dihabiskan. Meskipun telih-telih mereka telah menonjol karena kabanyakan makan pakan namun tetap saja mereka mencari makanan lagi ke hutan yang berada dekat dengan rumah yang dimiliki oleh sang pemilik ayam. Dalam mencari makanan kedalam hutan ayam-ayam tersebut selalu bersama. Mengapa demikian…..??? hal tersebut dikarenakan agar semua ayam dapat menjaga satu sama lain.
Sijago merah berkata “ayo semuanya siap-siap pakan sudah datang……..”
“ayo semuanya sebelum pakannya menjadi dingin,nanti rasanya tidak enak cepat-cepat ……
Begitulah kelakuan sijago setiap kali pakan diberikan.
Siputih                  : ayo anak-anak semua kemari makanan sudah datang…..
Anak ayam    : iya bu…. bu kenapa kita harus makan makanan hal semacam ini
Siputih                  : supaya kalian bisa hidup dan menjadi dewasa…. oleh sebab itu kalian harus makan yang banyak supaya cepat besar.
Anak ayam    : oh begitu… baik bu kalo begitu aku akan banyak makan…..
Sipiutih       :nah begitu bagus….
Setiap ayam berebut makan. Setiap kali mereka diberikan pakan tentu mereka habiskan sampai-sampai tidak ada sisa pakan dalam wadah . Namun hal tersebut biasanya dilakukan oleh ayam tertua.
Sijago berkata “ baik semuanya karena semua pakan yang telah diberikan habis oleh karena itu mari kita mencari makan kembali kehutan yang berada disebelah peternakan kita.
Ingat dalam peroses mencari makanan diharapkan untuk semua ayam untuk tetap bergabung dengan ayam-ayam yang lain. Dan diharapkan jangan sampai ada yang meninggalkan kawanan…
Akhirnya semua ayam pergi kehutan yang dituju secara bersamaan mereka mencari makan.
Namun setiap kali ayam yang lebih kecil mendapatkan makan pasti akan direbut oleh ayam yang lebih tua. Dan jika ayam yang lebih muda tidak memberikan makanan tersebut maka konsekuensi yang akan diterima ayam tersebut adalah kemarahan ayam yang lebih tua. Meskipun dirasa tidak adil namun begitulah budaya yang dilakukan oleh setiap ayam didalam perkampungan tersebut.
Disore harinya ayam-ayam tersebut kembali kekandang mereka untuk beristirahat karena telah mencari makanan di dalam hutan. Ayam jantan tertua alias sijago berada dibagian paling atas kandang. Siputih sebagai ayam yang baru saja beranak berada dipaling bawah kandang hal tersebut dilakukan agar memudahkan anak-anaknya. Dan ayam yang lainnya berada diatasnya.
Dipagi harinya sijago berkokok untuk membangunkan semua ayam beserta orang-orang bahwa pagi telah datang. Ketika pagi telah datang seperti biasa ayam-ayam menunggu sang pemilik untuk memberikan pakannya. Waktupun terus berlalu sampai mataharipun mulai terik.
Anak ayam    :bu kenapa yah makanannya belum datang aku udah lapar
Ibu ayam      :sabar nak mungkin sang pemilik sedang menyiapkan makanan…
Anak ayam    :tapi ini sudah sangat lama bu… mataharipun sudah mulai terik
Ibu ayam      :baiklah kalo begitu kita cari makanan sendiri kehutan. Namun ingat kalian harus tetap berada didekat ibu karena  hutan tersebut sangat berbahaya.
Mereka pun akhirnya mencari makanan kedalam hutan yang berada disebelah rumah tersebut. Beruntungnya mereka karena makanan masih sangat banyak sekali dikarenakan ayam yang lain masih belum datang kedalam hutan tersebut. Dengan hati yang sangat senang mereka memakan makanan yang berada dalam hutan tersebut mulai dari cacing, belalang, semut, madu, biji-bijian dll.
Sesaat mereka sedang asik mencari makan mereka tidak sadar bahwa mereka terlalu dalam masuk kedalam hutan. Ketika itu terdengar suara aneh yang menakutkan dari semak-semak. “greseekk….. gresseekkk….gresseeekkk..” mendengar hal tersebut anak ayam bertanya pada ibu nya.
Anak ayam    :itu suara apa bu kami takut.
Begitu mendengar pertanyaan anak-anaknya, ibu ayam mencoba memberikan jawaban yang menenangkan supaya anak-anak ayam tidak takut dan memperburuk keadaan karena ditakutkankan suara  tadi itu berasal dari suara pemangsa yang lewat. Namun semakin lama suara tersebut semakin terdengar keras dan frekuensinyapun meningkat. Dengan buru-buru sang ibu ayam mengajak anak-anaknya agar sesegera mungkin meninggalkan tempat tersebut.
Ibu ayam      :ayo anak-anak cepat kita tinggalkan tempat ini kelihatnya berbahaya bagi kita untuk berlama-lama disini.
Meskipun mereka meninggalkan tempat tersebut tetap saja suara aneh itu tetap terdengar hingga akhirnya “kreakk….” ternyata suara tadi berasal dari musang yang mengintai mereka dari awal.
Musang                  :menyerahlah ayam-ayam yang baik karna kalian ditakdirkan untuk menjadi makan siangku kali ini.
Ibu ayam      :apa kau bilang musang tidak satupun dari spesies kami yang akan pernah kau makan kali ini.
Mendengar perkataan amarah sang musang meningkat sehingga musangpun menangkap dan menawan salah satu anak ayam dari siputih.
Musang                  :lihatlah anakmu sudah aku tangkap apa kau masih belum menerima takdirmu bahwa kau ditakdirkan untu aku makan hari ini.
Anak ayam    :ibu aku takut… tolong…
Ibu ayam      :lihat saja musang. Awas saja kalo kau sampai memakan anak-anaku tak akan pernah ku maapkan seluruh spesiesmu. Ayo nak.. lari… kabur… kamu pasti bisa..
Mendengar perkataan ibunya anak ayam tersebut memikirkan cara untuk bisa kabur dari cengkraman sang musang.
Anak ayam lain berkata kepada sang musang
“heh musang kau itu mempunyai badan yang besar kenapa kau harus tangkap anak ayam kalo ada ayam yang lebih besar disini”
Mendengar perkataan anak-anaknya ibu ayam marah…
Apa-apan kalian ini memangnya kalian tidak sayang pada ibu kalian senidiri…
Karena sang musang sangat tidak suka dengan kebisingan yang terjadi akhirnya pertengkaran mereka dipisahkan oleh sang musang
Musang                  :sudah kalian jangan saling bertengkar. Dan untuk kamu ibu ayam benar apa yang dikatakan anak-anak mu kau ini sudah tua sudah sepatutnya kau itu jadi makananku…
Ibu ayam      :baiklah musang kalo memang seharusnya aku mengakhiri hidupku saat ini juga aku minta satu sayart..
Musang                  :apa syaratmu ibu ayam?
Ibu ayam      :lepaskan anuku yang satu itu. Biarkan dia hidup sampai dia bisa menjadi benar-benar ayam. Namun jika hal tersebut tidak kau lakukan jangan kau harap sedikitpun bahwa kau akan mendapatkan makanan yang kenyang siang ini.
Karena terbuai dengan santapan makan yang lebih besar sang musang tidak berpikir jernih dan menuruti apa yang dikatakan ibu ayam.
Musang                  :nah sekrang aku lepaskan anakmu…
Anak ayam    :hooree…..
Ibu ayam      :baik sekarang aku akan datang kepadamu….
Disisi lain ayam-ayam yang lain mendengar suara yang menjadi bahan pertengakaran anatara anak ayam dan ibunya.
Simerah       :hey..saudaraku apa kau tadi mendengar suara aneh dari dalam hutan?
Sihitam                 :apa saudarku aku tidak mendengar suara apa-apa yang kudengar hanya pertengkaran antara anak ayam yang tidak tau diri beserta ibunya.
Simerah       :apa kau tidak ingat dengan aturan yang berlaku dalam sekawanan kita beserta strategi bertahan hidup kita.
Sihitam                 :oh iya aku baru ingat sekarang saudaraku.. ayo kita panggil ayam-ayam yang lain untuk membantu menyelamatkan ayam tadi.
Akhirnya kedua ayam tersebut mendatangi ayam tertua didalam kawananya yaitu sijago merah.
Sijago merah         :ada apa kalian berdua mendatangiku dengan tergesa-gesa?
Simerah       :tetua tadi kami mendengar suara/ kode yang dilakuakn oleh ibu ayam dengan anak-anaknya. Dari suara tersebut sepertinya mereka meminta diselamatkan dan suara tersebut kalo tidak salah berasal dari dalam hutan.
Sijago merah         :oh begitu rupanya. Kalo begitu mari kita segera bantu mereka.
Kita kembali pada musang dan ibu ayam.
Karena anak ayam yang tadi telah dilepaskan oleh sang musang maka sekarang tinggal sang ibu ayam untuk siap-siap menjadi makanan sang musang.
Musang                  :hey ayam putih apa kau sudah siap untuk jadi makananku karena aku sudah sangat lapar?
Ibu ayam      :hey musang sebenarnya ada satu lagi pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu?
Musang                  :haahh… sudah jangan kau coba membodohiku seperti itu aku sudah tidak bisa dibodohi lagi dengan hal semacam itu. Cepat lah datang kesini sbelum aku makan anak-anakmu dan beserta semua ayam yang ada dipedesaan ini kalo bisa…
Melihat kondisi marah sang musang ibu ayam langsung datang menghampirinya. Namun ketika sesaat sang ibu ayam akan di gigit oleh musang suara ayam berkokok terdengar “oorooo’oo” begitulah suara sijago ketika memberikan perintah kepada ayam-ayam jago yang lain unuk menyerah ssang musuh.
Karena melihat banyak sekali ayam jago yang datang simusang merasa ketakutan.
Sijago merah         :hey musang lepaskan dia sebelum paruhku dan ayam-ayam jago yang lain menyat habis seluruh tubuhmu…..

 

Karena mendengar hal tersebut simusang langsung kabur ketakutan dan akhirnya ibu ayampun selamat…..

356 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini