Posted on

Gersangnya Gurun Pasir di Timur Tengah

Oleh : Agung Muhammad
 
 
Suatu hari disebuah padang pasir yang gersang terdapat seorang wanita tua beserta keempat orang anaknya. Ibu  rohanah begitulah ia dipanggil oleh tetangga dekatnya. Dengan keempat anaknya ia tinggal di sebuah gubuk tua. Salah satu dari keempat anaknya adalah wanita dan ketiga lainnya adalah laki-laki. Ketiga laki-laki itu bernawa aji untuk kakak tertua dika untuk adik dari yang perempuan dan nanang untuk anak laki-laki yang paling kecil. Dan anak perempuannya diberi nama bela.
Anak terkecil dari ibu rohanah saat itu sedang mengalami demam padahal kondisi ekonomi mereka saat itu sedang krisis.  Ayah mereka telah meninggal karena terjatuh dari sebuah bangunan tinggi yang sedang dibangun olehnya saat itu dalam sebuah projek pembanguan menara. Namun yang disayangkan saat itu adalah perhatian pemerintah yang  kurang responsif pada orang seperti mereka. Karena hal tersebut sebagai kakak tertua maka aji harus menjadi tulang punggung dalam keluraga tersebut. Aji saat ini bekerja dalam sebuah restoran sebagai pencuci piring disalah satu kota tersebut. Mengetahui adiknya saat ini sedang sakit dirumah maka aji hendak meminjam uang untuk berobat adiknya kepada pemilik restoran tersebut yang bernama Norman. Selesainya pekerjaan, di malam harinya aji memintan pinjaman uang kepada bosnya.
Aji               :pak persmisi bolehkah saya masuk?
Norman        :mau apa kau datang kesini aji…?
Aji               :begini pak saat ini adik saya sedang mengalami demam parah karena hal tersebut maka untuk itu saya akan meminjam uang untuk pergi berobat..
Norman        :ngomong apa kau ini.. kamu ini baru bekerja beberapa hari disini masa mau pinjam uang…. Tidak bisa.. saya tidak bisa memberi pinjaman uang kepadamu….
Aji               :baik kalo begitu pak terimakasih..
Dengan tangan kosong aji pergi keluar ruangan tersebut dan segera untuk pulang kerumahnya.
Dirumah tua tersebut seorang adik menunggu ibu dan kakanya yang hendak bekerja di kota. Bersama dika nanang menunggu kakak dan ibunya pulang.
Nanang                  :kak.. kenapa ibu sama kak aji kok belum pulang….
Dika            :sabar lah nang… sebentar lagi mereka juga pulang..
Dengan sabar mereka menuggu kakak dan ibunya yang sedang bekerja dikota. Perusahaan yang menjadi tempat ibunya bekerja sekarang sedang mengalami inflasi karena hal tersebut membuat semua karyawan yang bekerja ditempat tersebut terancam dikeluarkan termasuk ibu rohanah.dan hal tersebut juga membuat para pekeja disana tidak dibaya. Karena tekanan batin yang terjadi pada ibu rohanah maka dia berpikir untuk mengabil beberapa barang dari perusahaan tersebut agar bisa dijual olehnya di pasar untuk berobat anaknya. Setelah selesainya bekerja ia pergi kepasar untuk menjual salah satu barang milik dari perusahaan tersebut kepasar. Ketika hendak ia sampainya dipasar ia melihat semua toko jual beli barang di pasar tersebut telah tutup oleh karena itu ia langsung saja pulang kerumahnya untuk melihat anaknya yang sedang sakit.
Ketika diperjalanan ia berfikir dan bertanya kepada dirinya sendiri seperti ini.
Apakah yang dilakukan aku benar???
Haruskah sampai aku mengambil barang kantor yang sejatinya bukan miliku untuk berobat anaku yang sedang sakit…
Mungkin apa yang telah  aku lakukaan adalah salah…
Setelah sampianya ia tiba dirumah dia mencium anak terkcilnya dan mengompres anaknya dengan kain putih agar demamnya turun. Dari pulang kerja sampai pagi hari ia terus menjaga dan merawat anaknya dengan harapan anaknya dapat sembuh…..
Namun apa yang terjadi justri kondisi anaknya semakin parah dan panasnya semakin meningkat. Ibu rohanah pun mencoba berfikir kembali untuk menjual barang yang telah ia bawa dari kantor namun apa dia selalu merasa tidak benar dengan hal yang telah ia lakukan.
Kemudian dia menepon bela yang telah menikah dengan berharap semoga saja keadaan ekonomi bela sedang baik.
Ibu rohanah :nak.. gmana kabarmu baik..
Bela             :Alhamdulillah baik  gmana kabar ibu dan juga kakak dan adik..?
Ibu rohanah :alhamdulliah kabar ibu baik nak… tapi saat ini nanang sedang sakit…tadinya ibu mau pinjam uang kepadamu untuk berobat adikmu nak…
Bela             :sebaiknya ibu sekarang bawa dulu nanang kedokter untuk uransan biaya biar bela yang pikirkan… mungkin saja suamiku kali ini sedang mempunyai uang dan semoga saja dia telah mendapatkan gajihnya dari perusahaan.
Ketika bela hendak bertanya mengenai perekonomian rumah tangganya kepada suaminya namun apa yang dia dapat tidak sesuai harapan. Hal tersebut dikarenakan utang-utang suaminya yang numpuk membuat suaminya harus mendahulukan pembayaran utang-utangnya kepada seorang renternir. Karena sikap bela yang tidak berpikir panjang membuatnya kebingungan untuk biaya demam adiknya.
Sesampainya ibu rohanah sampai di rumah sakit nanang langsug dibawa keruangan dokter untuk menjalani pemeriksaan. Ketika ibu rohanah hendak menugnggu dokter memanggil ibu rohanah untuk menanyakan sudah berapa lama anaknya sakit seperti ini.
Ibu rohanah :dok.. gmana keadaan anak saya?
Dokter                  :baik… kalo boleh saya Tanya bu sudah berapa lama anak ibu mengalami sakit seperti ini….
Ibu rohanah :sekitar seminggu anak saya sudah mengalami sakit seperti ini dok… memangnya ada apa…
Dokter        :tidak… yang saya takutkan adalah ibu telat membawa anak ibu kerumah sakit… namun beruntung sekali untuk masalah yang satu ini ibu tepat waktu. Nah untuk itu ini resep yang harus ibu tukarkan keruangan obat ….
Melihat ibu rohanah yang lemas lesu dokter ini mengira ibu ini sedang mengalami masalah.
Setelah ibu rohanah mendapatkan resep obatnya sesegera mungkin dia pergi keruangan obat untuk menukar resep tersebut dengan obat yang diberiikan. Namun apa yang terjadi ketika ia sampai disana.
Ibu rohanah :mba ini resep dokternya…
Pegawai        :total semuanya 598000 bu….
Ibu rohanah :tunggu sebentar mba saya akan menlepon anak saya sebentar..
Ibu rohanah pun mencari tempat sunyi untuk menelopon anaknya bela.
Ibu rohanah :haloooo…
Bela             :iya mah…
Ibu rohanah :kamu lagi dmana … ibu sekarang sedang dirumah sakit nih bel..
Bel               :iya mah tunggu sebentar aku lagi pinjam uang sama tetangga kali aja mereka bisa membantu kita…
Ketika bela hendak meminjam kesan-kemari namun hasil yang didapat tidak sesuai harapan. Mungkin hal tersebut terjadi dikarenakan peperangan yang terjadi akhir-akhir ini disalah satu kota dalam negara yang menjadi tempat tinggalnya.
Melihat ibu rohanah yang kebingungan dengan biaya anaknya dokter tersebut terengah hatinya dengan kondisi ibu rohanah. Kemudian dokter tersebut meminta salah satu pegawainya untuk memberikan obat yang menjadi resepnya tadi untuk ibu rohanah dan memotong gaji dokter tadi sebagai tagihan untuk resep yang tadi diberikan. Ibu rohanah pun dipanggil oleh salah satu pegawai didalam ruangan obat ketika sedang menuggu bela yang mencari pinjaman.
Pegawai        :untuk ibu rohanah diharapkan mengambil obat yang telah diresepkan….. sekali lagi untuk nama ibu rohanah diharapkan untuk mengambil obat yang telah diresepkan.
Mendengar perkataan salah satu pegawai rumah sakit ibu rohanah menjadi kebingungan. Ia bertanya-tanya apakah benar yang dikatakan pegawai tersebut ataukah salah penyebutan. Kemudian ibu rohanahpun menemui pegawai tersebut dan menayakan hal tersebut.
Ibu rohanah :iya ini saya saya mba… kenapa anda bisa memanggil nama saya untuk mengambil obat sementara saat ini saya belum mebayar resep yang telah saya berikan tadi.
Pegawai        :iya ibu… tadi dokter yang memeriksa anak ibu membayar resep ini dan memasukan tagihannya kedalam gaji.

 

Mendengar perkataan pegawai rumah sakit tersebut ibu rohanah segera menumui dokter yang tadi memeriksa keadaan anaknya dan sesampainya disana ia mengucapkan terimakasih dengan apa yang telah dokter itu lakukan kepadanya.

393 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini