Posted on

Bismillah..saya jatuh hati padamu

Oleh : siti safwatul ummati

     Dengan kecepatan sedang habib mengendarai mobilnya sambil mendengarkan alunan”salam rindu”dari tipe-x.setengah perjalanan dia melihat seorang gadis yang tampak bingung karena motornya mogok,habib menepi membuka kaca mobil lantas bertanya”kenapa motornya dik?”dengan menunduk gadis itu menjawab”tidak tau ,tiba-tiba saja mogok”habib turun dari mobilnya mencoba starter memabg tidak bisa,”bensinnya full tapi kenapa ya..”habib mencoba lagi sambil sedikit di geret namun tetap tidak ada hasil”saya coba telfon teman kata habib..gadis itu hanya mengangguk,”terima kasih”
“ditunggu bro jangan pakai lama,Assalamualaikum,habib menutup panggilan,tidak lama dian teman habib yang memang familiar dengan perbengkelan datang berboncengan dengan azkal pekerja di bengkelnya.setelah diperiksa..”ini harus dibongkar bro,harus pakai alat lengkap” kata dian yang membuat gadis itu sedikit bingung”kira-kira lama selesainya?”dia bertanya kepada dian”lumayan kalau setelah zuhur mungkin bisa selesai”gadis itu terlihat semakin bingung,habib menimpali”begini saja,kalau mau kejurusan selong ikut saya saja,nanti balik lagi ambil motornya,kalau mau sih..”gadis itu memandang habib beberapa detik kemudian menunduk lagi”mmmm ya sudah kalau boleh saya ikut sampai article shop”setelah semua sepakat habib berkata pada dian”ok bro dibawa motornya,sambil menepuk pundak dian”sampai nanti”..habib mempersilahkan gadis itu masuk,gadis berhijab blue black itu membuka pintu belakang dan merekapun meninggalkan tempat itu.
     Di dalam mobil habib memulai pembicaraan”kerja di sana?”
“bisa di bilang kerja sih tapi freelance”
“jago ngenet dong”
“tidak jago sih,cuma bisa”
“oh ya siapa namanya?”
“najwa”
“najwa sihab ya”
“bukan,azkiyatunnajwa”
“hmm nama yang bagus”
“terima kasih,terus dengan bapak siapa ya?”kata gadis itu
“saya kelihatan tua banget ya,kayak bapak-bapak”
“sory,kakak deh..”
“nah gitu lebih pas wong saya masih muda,saya habib”
“habib rizeik?”
“bukan juga,saya habib asror,oh ya sudah menikah atau masih sekolah?”
“menikah belum,sekolah alhamdulillah sudah S1”begitulah obrolan mereka terus mengalir,sesekali diirirngi senyum di bibir mereka,senyum penuh makna dimana hanya mereka yang bisa mendeskripsikannya.tidak terasa mereka sudah berada di sebuah bangunan yang bertuliskan article shop,najwa keluar dari mobil tepat didepan pintu kantornya”minta no hp kak,biar nanti bisa saya hubungi”habib memberikan sebuah kartu nama,najwa menerimanya tanpa memandang habib”terima kasih,assalamualaikum”
“waalaikumussalam”habib melanjutkan perjalanan,dia terlihat sedikit merenung”gadis itu tidak cantik tapi tidak jelek juga,wawasannya luas,obrolannya nyambung dan mengalir tidak di buat-buat..tapi kenapa dia kebanyakan menunduk ya?atau itu yang disebut menjaga pandangan?ah kok aku kepo sih..”dia tersenyum dan kembali konsentrasi dengan kemudinya.
     Trrrrrt hp diatas meja kerja habib bergetar,sebuah panggilan ternyata dari najwa”ok tunggu sebentar ya…waalaikumussalam”habib menoleh jam dinding,ah sudah jam 02 : 15 pantesan dia telfon,gumamnya sambil beranjak menuju parkiran.
“sory jadi nunggu”
“tidak apa-apa,namanya juga numpang”
“kita istirahat makan sebentar boleh?”
“sekalian solat kalau belum tidak apa-apa kak..”habib tersenyum mendengar jawaban najwa mereka berhenti di rumah makan beludru.
Najwa : kak saya tadi sudah makan,tidak usah pesan untuk saya.
Habib : masak saya makan sendiri
Najwa : saya jus buah naga saja boleh?
Habib : ya sudah,tidak apa-apa.
     Setelah makan habib solat di musolla yang memang melengkapi rumah makan itu,kemudian meninggalkan rumah makan beludru menuju bengkel dian,didalam mobil habib memulai pembicaraan..
Habib : sudah lama kerja freelance?
Najwa : sekitar satu tahun
Habib : kalau selesai wisudanya?
Najwa : satu tahun juga
Habib : ooh..belum ada rencana berkeluarga?
Najwa : rencana selalu ada,tapi Allah belum kasih jodoh
Habib : oh ya tadi di selong post ada artikelnya,hebat ya..
Najwa : terima kasih,ditunggu saran dan kritiknya..
Habib : saya Cuma bisa baca,urusan kritisi saya tidak berbakat
Najwa : Cuma bisa baca tapi jadi bos
Habib : kamu suka bos?
Najwa : manusiawi kali,siapa sih yang tidak suka bos..
Habib : berarti calon suami kamu bos dong..
Najwa : tidak juga,nanti saya dibilang tidak tau diri lagi,mau punya suami bos.
Habib : terus kriteria kamu?
Najwa : saya tidak punya kriteria bos atau kuli,yang penting solatnya benar dan bisa jadi imam solatku cukup.
Habib : mm… solatku sudah benar tidak ya?
Najwa : Cuma kita sendiri yang bisa jawab,kalau kita dikendalikan nafsu ciri solat kita belum benar,tapi kalau kita yang mengendalikan nafsu insya allah solat kita sudah benar,hem..pesan moral,sory Cuma argumen jangan masukin dalam laci,eh hati..
Habib : it ok,i like..
    Demikianlah habib semakin merasa nyaman dengan obrolan bersama najwa,tanpa terasa mereka sudah berada di depan bengkel dian, mrekapun turun”berapa biayanya?”tanya najwa kepada dian,sebelum dian menjawab habib lebih dulu menimpali”tidak apa-apa biar nanti saya urus,yang penting sekarang bawa motornya hati-hati jangan sampai mogok lagi nanti”
Najwa tersenyum”jadi malu sudah ngerepotin nyusahin lagi”,ok deh terima kasih untuk semuanya dan saya mohon pamit dulu,takut hujan sekali lagi terima kasih,assalamualaikum..
“waalaikumussalam”..
Dian : pacar baru nie..
Habib : ngarang..berapa tuh?
Diyan : biasa..bos masak punya uang receh..
Habib  : dasar matre lu..sambil mengeluarkan uang seratus ribu untuk dian,sahabat SMP nya yang sampai sekarang menjadi teman setianya.
     Satu minggu sejak perkenalannya dengan najwa habib tetap berkomunikasi dengan gadis itu walaupun hanya melalui SMS,terkadang pesan lebih dulu datang dari najwa sekedar mengingatkan solat atau makan,atau sebaliknya dari habib yang menanyakan kabar atau sebenarnya mereka sama sama ingin menyampaikan sesuatu yang tertahan namun masih tertunda karena ego masing-masing…
      Di ruang kerjanya  habib terlihat sibuk sekali dia membolak balik dokumen yang sengaja dia cecer di atas mejanya,trrrrrrrt hp nya bergetar sebuah panggilan dijawab”ada apa ma?”
“hari ini yola mau datang,tolong jemput di bandara katanya jam 12 sudah dibandara”
“tapi ma..saya sibuk banget atau saya telfonkan taksi boleh?”
“kamu jangan gitu dong,calon istri kok tidak mau disambut..”
“eh mama..jangan ngarang deh,saya kan belum menyanggupi mama tentang hal itu..
“pokoknya kamu harus jemput,kasian dia bela-belain kesini buat kamu,mama sudah bilang kalau kamu yang jemput,pliiiis jangan bikin malu mama ok!tuuut tuuuuut..Belum sempat habib menjawab mamanya terputus,dia menoleh jam dinding sudah jam 11 : 40,habib perlahan merapikan kertas diatas mejanya sebelum kemudian melangkah ketempat parkir mobilnya.
     “hai sayang..sudah 15 menit aku tunggu,mmmuah..tanpa basa basi gadis yang ternyata yola cupika cupiki di pipi habib yang sontak membuatnya kaget dan risih”aduh yola ini lombok bukan london”
“sory sayang aku lupa,yuk cari makan dulu saya lapar” yola menggandeng lengan habib membawanya menuju mobil.dirumah makan beludru..
Yola : sayang,makan dong
Habib  : saya belum lapar,tapi ok lah hormati tamu yang baru sampai
Yola : gitu dong,eh minggu depan rencananya mamaku mau nyusul kesini katanya ada hal penting sama mama kamu,kira-kira masalah apa ya?
Habib : entah, mama tidak pernah bilang.
Yola tetlihat bingung dengan jawaban habib namun kemudian tersenyum”mungkin dia mau buat kejutan”
“kejutan apa?”
“kalau dikasih tau bukan kejutan dong”
“ya sudahlah tunggu saja”jawab habib datar
Trrrrrrrt hp disaku jas hitam habib bergetar sebuah pesan ternyata dari najwa”kakak dimana?saya dikantornya ada sedikit buah tangan untuk kakak”
“saya di beludru,kok tidak bilang mau kekantor kakak?”terkirim
“tidak terencana”
“Ok deh adik tunggu saja di sana 20 menit bisa?”terkirim
“kakak saja yang tunggu disana,saya sekalian mau pulang kan lewat sana”
Habib buru buru mau ngetik pesan tapi praaaaaang..seorang pelayan tidak sengaja menjatuhkan piring didekat tempat duduknya,”maaf mas tidak sengaja”
“tidak apa-apa,dibersihkan saja”
“makanya kerja jangan sambil menghayal”kata yola menimpali.
“ah tidak apa-apa”kata habib sambil buru-buru melihat hp nya
“adik tunggu disa…trrrt belum terkirim pesan najwa lebih dulu masuk”kakak bisa kesini sebentar saya di depan nih..”habib menoleh dan seperti dikatakan najwa pandangan mereka bertemu dan tidak bisa disembunyikan kaget di wajah mereka,habib berdiri hendak menemui najwa tapi yola menahan tangannya”kemana?”habib menepis”ketemu teman”
“kok tidak bilang mau mampir di kantor?”
“tidak apa-apa,cuma mau kasih ini buah manggis di belakang rumahku kebetulan kemaren panen,kalau kakak tidak suka bisa disedekahkan sama tetangga”
“wow pasti enak,eh adik gabung dong itu ada teman kakak,baru dateng dari australi,kenalan yuk”
“lain kali saja,oh ya maaf kak mengganggu acaranya”
“tidak apa-apa..bukan acara penting cuma makan siang aja yuk..”
“lain kali deh kak,oh ya sampaikan salam maaf saya sama girl friend nya,ma’af banget saya mengganggu dan saya pulang dulu ya kak,assalamualaikum..”
“wa’alaikumussalam”
Habib menatap kepergian najwa,tatapan kebingungan yang membuatnya menarik nafas panjang.
“siapa?”tanya yola
“teman”jawab hzbib pendek.
     Sementara itu di dusun rindik sebuah motor matic memasuki halaman rumah”assalamualaikum..”
“wa’alaikumussalam”seorang wanita yang ternyata adalah hajjah maskini,ibunda najwa,dia mencium tangan ibunya,kemudian merogoh sebuah amplop dari dalam tasnya”ini honor artikel saya minggu lalu bu”
“belum dibuka,kamu tidak beli perlengkapanmu nak?”
“lain kali buk”sahut najwa sambil berlalu masuk kamarnya,hajjah maskini heran dengan sikap anaknya,namun dia tidak mau lansung mengintrogasi putri kesayangannya itu.di dalam kamarnya najwa lansung merebahkan badannya diatas dipan,fikirannya menerawang..”ada apa denganku?kenapa ada yang perih ketika melihatnya dengan yang lain?ataukah aku tidak tau diri?harta,karir,cantik..aku tidak punya,lalu kenapa aku berani bermimpi?ya allah..ini teguran untukku,aku menggantungkan harapan kepada manusia,inilah hasilnya”kecewa”.ampuni hamba ya allah..hanya engkau tempat berharap yang tidak melihat hartaku,karirku ataupun wajahku,Astagfirullahal’azim…”najwa memejamkan matanya,ada yang hangat di kelopak itu,beningpun menetes di pipinya,air mata kecewa atau pengakuan kelemahannya kepada yang kuasa,entahlah…bersambung.

281 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini