Posted on

Because Cans My Brother Gone – Part 3

This post is part of the series Because Cans My Brother Gone

Other posts in this series:

  1. Because Cans My Brother Gone – Part 1
  2. Because Cans My Brother Gone – Part 2
  3. Because Cans My Brother Gone – Part 3 (Current)

David sungguh tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Tubuhnya seakan lemas melihat adiknya yang tergantung pada jam itu. Ia tidak mungkin kehilangan adiknya secepat ini. Ia masih belum bisa menerima hal tesebut. Sam menyapu pandangannya ke seluruh area didalam gereja namun Ia tidak menemukan siapapun yang berkemungkinan telah membunuh adiknya. Ia pun membuka jam itu dan melepaskan ikatan pada kaki adiknya, tiba-tiba seseorang mencengkram bahu kanannya dari belakang.
Dengan perasaan takut, David menolehkan kepalanya dan mendapati seorang kakek. Kakek itu adalah kakek yang ada dalam mimpinya. Mungkinkah kakek ini yang membunuh Sam? Pikir David.
Tapi darimana kakek ini datang bukankah tadi benar-benar tidak ada orang. David mencoba mencerna semua kejadian yang telah terjadi. Perasaan takut menggelayutinya ketika Ia telah berhasil mengambil kesimpulan. Ia berpikir kalau kakak ini adalah hantu yang bisa menghilang dan juga yang telah membunuh adiknya.
“ba.. gaimana kau bisa disini?” tanya David agak tergagap. Ia kemudian berbalik menghadap kakek itu. Tanpa Ia sadari kakek itu memegang kaleng di tangan kirinya.
Kakek itu mendekat dan berbisik ditelinga David, “tentu saja bisa. Aku bahkan bisa menghilang.”
Setelah bisikan tesebut, kakek itu tiba-tiba menghilang dari hadapannya. David kembali diselimuti dengan perasaan takut dengan apa yang telah terjadi. Ia membalikkan tubuhnya untuk memeriksa adiknya namun Sam sudah tidak ada.
“Hey kakek!! Kembalikan adikku! Apa salahnya sampai kau membunuhnya?” seru David sambil menahan tangis. Ia benar-benar takut bercampur sedih yang dirasakannya karena kematian adiknya.
Tangis nya pun pecah. David kini menangis sambil tersedu-sedu. Ia terduduk dilantai kayu yang sudah lapuk itu. Ia terjatuh dengan sangat keras sehingga lantai kayu itu patah. Setelahnya semua lantai kayu itu berbunyi dan retak. Tiba-tiba sebuah lubang besar muncul dari bawah tanah dan menelan semua kayu-kayu itu. Tak luput dari David, Ia juga tertelan masuk kedalam tanah. Ia berteriak meminta tolong walaupun Ia tahu tidak ada seorang pun yang ada didalam gereja itu kecuali Ia.
David pun pasrah dan menutup matanya, namun ada tangan yang menggenggamnya. Ia membuka mata dan menemukan adiknya sedang berusaha menyelamatkannya. Ia tidak tahu bagaimana Sam bisa hidup kembali. Dengan sebisanya, David mencoba membantu Sam menariknya dengan mendaki pada dinding tanah. Perlahan namun pasti, David tertarik keatas dan hampir sampai. Namun tiba-tiba-tiba kakek itu datang dan menendang ikatan tangan David dan Sam sehingga David kembali terbawa masuk kedalam lubang dan hilang.

David terbangun dari tidurnya ketika merasakan sinar matahari pagi yang menepa kulitnya. Ia bangun setelah mimpi buruk yang dialaminya. David memeriksa Sam yang ternyata tidak ada disebelahnya.
“Sam?” panggilnya cemas
“Ya!” sahut Sam dari dalam kamar mandi. Seketika perasaan David baik kembali. Kali ini adiknya benar-benar tidak hilang lagi. Ia berjanji akan menjadi kakak yang lebih baik bagi Sam.
Sam kemudian keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan piyama tidurnya. Setelah melihat Sam, David berjanji akan benar-benar menjaga Sam kali ini.
-END-

474 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini