Posted on

Because Cans My Brother Gone – Part 1

This post is part of the series Because Cans My Brother Gone

Other posts in this series:

  1. Because Cans My Brother Gone – Part 1 (Current)
  2. Because Cans My Brother Gone – Part 2
  3. Because Cans My Brother Gone – Part 3

David dan adiknya Sam sangatlah tidak akur. Namun karena perbaikan kamarnya, David harus tidur sekamar dengan Sam. Saat dini hari, David terbangun dan mendapati Sam tidak ada disebelahnya. Ketika Ia keluar rumah, David melihat Sam yang sedang berjalan menuju bangunan tua diseberang jalan besar depan rumah mereka. Dan dalam sekejap, Sam hilang tanpa jejak
“Brakk!!” suara hempasan jendela yang keras membangunkan David.
David mencoba duduk dan mengumpulkan energinya.
“Jam berapa sekarang Sam?” tanyanya pada Sam, adiknya yang tidur disebelahnya. Tidak ada jawaban, Ia berpikir kalau Sam masih tidur. Ia menepuk-nepuk tubuh adiknya, tapi tubuh adiknya terlalu lunak seperti guling. David menoleh kesebelahnya.
“Sam?” tanyanya ketika mendapati Sam tidak berada disebelahnya. Langsung saja Ia bangun dari kasur menuju toilet dan membuka pintunya dengan kasar. Tidak ada Sam disana. Ia kemudian memeriksa ke bawah kasurnya tapi Ia tidak ada juga. David pun terburu-buru berlari keluar kamar dan mencari adiknya disekeliling rumahnya.
“Sam?” sahutnya lagi ketika tidak menemukan Sam dimanapun. Ia tidak menemukan Sam di ruangan manapun di rumahnya. David memutuskan untuk keluar rumah mencari adiknya. Ia meraih jaketnya dari gantungan lalu keluar dari rumahnya. Ia berseru-seru memanggil Sam tapi tidak ada jawaban. Pandangannya teralih ketika melihat seorang anak kecil dengan piyama tidur sedang berjalan menuju bangunan tua diseberang jalan besar.
“Sam?” serunya lagi. Sam sama sekali tidak menyahut dan terus berjalan menuju bangunan itu. Lantas David berlari mengejar adiknya sambil memanggil-manggil nama adiknya. Sam tetap tidak menyahut dan terus berjalan. David berhenti karena tiba-tiba saja muncul kabut tebal di depan bangunan tua itu. Sam ditutupi kabut tersebut sehingga David tidak dapat melihatnya
Beberapa lama kemudian, kabut tersebut hilang diikuti suara-suara pukulan kaleng. Ia tidak menemukan adiknya disana. Mungkinkah Sam sudah masuk? Pikirnya. Tetapi tidak mungkin karena pagar bangunan tua itu di gembok sehingga tidak bisa di masuki sembarang orang. Tapi kemana Sam?. Batinnya. David tidak menemukan jejak Sam sama sekali, tetapi tiba-tiba saja ada seorang kakek tua pemulung yang berada di depan bangunan tua itu. Kakek itu tampak sedang menghitung kaleng-kaleng bekas yang didapatnya dari memulung yang kemudian Ia masukkan kedalam plastik besar.
David mencoba mendekati kakek itu dengan perasaan cemas akan adiknya yang bercampur dengan rasa takutnya akan kakek aneh yang akan dihampirinya. Dengan langkah pelan tapi pasti, Ia mencoba mendekati kakek itu dengan perasaan was-was.
“kek, apa kau melihat adikku?” tanyanya dengan suara agak bergetar.
Kakek itu mengangguk dan menunjuk bangunan tua dibelakangnya.“adikmu ada didalam silakan masuk saja”
David pun membuka pagar yang entah sejak kapan tidak digembok karena seingatnya pagar itu selalu terkunci. Sebelum masuk David melirik sekilas ke kakek itu yang ternyata sudah menghilang entah kemana. David meneruskan berjalan masuk ke pekarangan bangunan tua itu. Dan alangkah terkejutnya Ia ketika melihat adiknya yang sedang bermain bersama kakek yang ada didepan tadi. Bagaimana bisa?

523 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Continue reading this series:

 

One thought on “Because Cans My Brother Gone – Part 1