Posted on

BAB 4

This post is part of the series EASYGOING COUPLE

Other posts in this series:

  1. BAB 2
  2. BAB 3
  3. BAB 4 (Current)
  4. BAB 5
  5. BAB 6

Yuki dan Riyu berdiam diri menatap buku yang ada di depannya diiringi dengan angin sepoi-sepoi di taman kampus. Entah apa yang terjadi mereka tampak sangat rukun duduk bersama berdiam diri dan saling bertukar gambar dan ide cerita. Entah apa yang terjadi mereka berusaha untuk saling bekerja sama.

¨Flashback On¨

“Jadi sekarang bagaimana??” tanya Yuki sambil mengeluarkan buku catatannya.

“Aku minta nomormu saja. Saat ini aku sedang kesal dan tidak ada ide sama sekali karena merasa ditipu bocah SD,” celatuk Riyu dengan sedikit kesal karena ditipu Yuki. Riyu memalingkan pandangannya dari Yuki. Tidak sekalipun Ia melihat Yuki, sedangkan Yuki hanya diam tidak peduli dengan apa yang dilakukan Riiyu. Ia sama sekali tidak tersinggung dan menganggap ejekan Riyu sebagai angin lalu.

“Aku tidak memberikan nomorku ke sembarang orang. Apalagi orang menyebalkan sepertimu,” jawab Yuki dengan entengnya. Yuki memang terlalu malas untuk bertukar nomor. Ia juga jarang menyimpan nomor seseorang. Kontak yang ada di hp-nya juga hanya kedua orang tuanya, saudara dan juga para dosen. Yuki hanya akan menyimpan nomor seseorang yang Ia anggap penting.

Riyu langsung menoleh ke arah Yuki yang sedang mencoret-coret bukunya dengan pensil membentuk sebuah gambaran yang indah. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Riyu, melainkan hp Yuki yang ada di sampingnya. Tanpa lama-lama, Riyu langsung mengambil hp itu.

“Apa yang kau lakukan??? Kembalikan hp-ku!!” Yuki terpelanjat kaget saat mengetahui hp-nya diambil oleh Riyu. Sebenarnya apa yang mau dilakukan Riyu dengan hp-nya itu.

“Aku memang salah jika meminta nomormu secara halus. Inilah cara yang cocok untuk mendapatkan nomormu,” Riyu berusaha mengetik nomornya sambil berdiri dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi supaya Yuki tidak bisa mengambilnya. Tentu saja Yuki tidak akan bisa mengambilnya karena tinggi Yuki hanya sepundak Riyu.

“Kembalikan hp-ku sekarang juga!!” bentak Yuki yang berusaha mengambil hp-nya tapi sia-sia. Yuki juga merasa kesal dengan tingkah Riyu yang seenaknya mengambil hp-nya.

“Sebentar!!” bentak Riyu yang masih mengetik nomornya dan kemudian menelepon nomor tersebut hingga hp-nya berdering.

Yuki yang merasa kesal langsung naik ke bangku taman dan kemudian mengambil hp-nya dengan cepat dan memutuskan panggilan dari hp-nya, “Dasar lancang!!” Yuki benar-benar kesal dengan tingkah Riyu saat ini.

“Tidak peduli. Lebih baik aku pulang daripada disini aku seperti sedang merawat bocah SD yang ditinggal kedua orang tuanya,” Riyu kemudian membawa tasnya dan pergi meninggalkan Yuki yang masih kesal dengan tingkahnya.

Sore hari saat Yuki selesai mandi, Ia hendak mengerjakan tugas kuliahnya. Tapi saat Ia menengok ke arak hp-nya, Ia melihat sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal.

Dari: 08***********

            Besok sepulang kuliah di bangku taman tadi.

Dari: Yuki

            Siapa

Dari: 08**********

            Pria tampan

Dari: Yuki

            ?

Dari: 08**********

            Riyu

Dari: Yuki

            O

Dari: 08**********

            Y

Yuki kemudian melemparkan hp-nya ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Yuki menatap lurus ke arah langit-langit kamarnya. Ia sedang berpikir bagaimana cara menggabungkan cerita miliknya dan juga milik Riyu.

¨Flashback Off¨

Mencoba menggabungkan kedua ide cerita dan juga kedua karakter yang cukup berbeda, demikian juga dengan Riyu. Yuki merasa sangat kesulitan saat mencoba menggabungkan kedua ide cerita itu, tapi Ia cukup bisa mengatasi saat mencoba menggabungkan kedua karakter dari ide cerita masing-masing. Kemudian Ia memberikan ide cerita gabungan dan juga karakter gabungan itu kepada Riyu, Riyupun memberikan hasil gabungan ide cerita dan juga karakter yang Ia buat.

Yuki melihat ide cerita gabungan yang dibuat oleh Riyu, ide cerita gabungan milik Riyu jauh lebih baik darinya dan karakter yang Ia buat juga bagus, Yuki cukup terpesona dengan ide cerita yang dibuat oleh Riyu. Walaupun Riyu sangat menyebalkan, Ia sangat berbakat dalam hal ini.

“Punyamu bagus,” ucap Riyu dan Yuki secara bersamaan. Mereka berdua saling menatap dengan tatapan sinis seperti menyulut api peperangan.

“Kita pakai punyamu,” ucap Yuki sambil merapikan lembaran kertas yang berserakan diatas meja.

“Anak kecil tidak usah sok-sokan ambil keputusan,” Riyu juga ikut membereskan kertas-kertasnya yang berserakan dengan acuh tak acuh.

“Orang tua gak usah pakek hasil anak kecil,” ucap Yuki sambil menekankan kata ‘orang tua’ untuk menyindir Riyu yang selalu menyebutnya anak kecil.

“Anak kecil menurut saja sama orang dewasa. Tidak usah membantah!!” Riyu berdiri dari duduknya dan merapikan pakaiannya dengan sedikit meregangkan otot-otot tubuhnya dengan santai.

“Orang tua percaya saja sama pilihan para generasi mudah,” Yukipun bangun dari duduknya dan menepuk-nepuk bahu Riyu dengan sedikit olokan di sorotan matanya.

“Kalau dipikir-pikir, aku malas berdebat dengan anak kecil,” ucap Riyu yang mencoba tersenyum tapi memperlihatkan dengan jelas bahwa Ia memang sedang kesal. Riyu memang sedikit emosian sejak mengenal Yuki.

“Tanpa dipikirpun aku malas berdebat dengan orang tua. Apalagi sepertimu,” jawab Yuki kemudian melompati bangku hendak pergi meninggalkan Riyu yang tampak masih menahan emosinya.

Riyu kembali ambil tindakan dengan cara menggenggam tangan Yuki untuk menghentikan langkahnya, “Aku malas untuk berdebat denganmu. Lebih baik kita tanya Pak Bagus,” ucap Riyu dengan sedikit gengsi menghentikan langkah Yuki. Entah kenapa badan Riyu seperti bergerak sendiri untuk tidak membiarkan Yuki pergi.

“Baiklah. Sekarang lepaskan tanganku,” ucap Yuki sambil menghentakkan tangan supaya Riyu melepaskan genggaman tangannya. Dengan sekali hentakan saja, Riyu melepaskan genggamannya.

Yuki kemudian berjalan mendahului Riyu menuju ruangan Pak Bagus, sedangkan Riyu entah kenapa mau saja berjalan di belakang Yuki. Entah ada apa di pikiran Riyu, Ia kemudian mempercepat langkahnya dan berjalan mendahului Yuki. Yuki yang melihat tingkah riyu menjadi sedikit curiga.

‘Mau apa sih dia??’ pikir Yuki yang kemudian mempercepat langkahnya juga dengan kaki pendeknya.

Riyu yang melihat Yuki mempercepat langkah membuatnya ingin menambah kecepatan sekali lagi. Ia tidak mau berjalan dibelakang seorang gadis seperti bodyguard.

Yuki sudah tidak tahan lagi. Ia langsung mempercepat langkahnya untuk lari meninggalkan Riyu menuju ke ruangan Pak Bagus. Melihat Yuki yang berlari cepat, membuat Riyupun berlari mendahului Yuki.

‘Kenapa dia ngotot sekali sih?? Dia mau apa sama Pak Bagus?? Perasaanku tidak enak,’ bisik Yuki dari dalam hatinya dengan nafas yang terengah-engah.

‘Apa-apaan sih tuh anak?? Kenapa dia lari?? Mencurigakan,’ Ucap Riyu dari dalam hati. Kedua anak ini berlari untuk saling mengejar.

Continue reading this series: