Posted on

BAB 17

This post is part of the series EASYGOING COUPLE

Other posts in this series:

  1. BAB 15
  2. BAB 16
  3. BAB 17 (Current)
  4. BAB 18

Kesunyian masih belum lepas dari Yuki dan Riyu. Sampai akhirnya perut Yuki mulai berbunyi dengan kerasnya di tengah-tengah kesunyian. Riyu langsung menatap Yuki yang mulai mengelus-elus perutnya supaya bertahan dan jangan berbunyi lagi.

“Kau lapar??” tanya Riyu sambil sedikit menahan tawanya.

“Tidak,” jawab Yuki yang masih sedikit kesal. Yuki tidak mau melihat Riyu saat ini. Ia kesal terus diomelin seperti anak kecil. Tapi perut Yuki tidak bisa diajak kompromi sedikit. Beberapa detik setelah jawabann Yuki, perutnya kembali berulah dengan suara yang lebih tinggi sehingga membuatnya malu.

“Sudah jujur saja kalau lapar. Lagipula ini sudah lewat jam makan siang dan kau pasti benar-benar lapar,” ucap Riyu yang merasa terhibur melihat Yuki yang sedang kelaparan.

“Kalau tau begitu kenapa tidak pesan makanan saja?? Bukannya ngomel-ngomel tidak jelas,” celoteh Yuki tanpa mau menatap Riyu yang ternyata dari tadi sedang memperhatikannya di sampingnya.

Riyu kemudian meraih wajah Yuki supaya menghadap kearahnya. Kedua tangan Riyu memegang pipi Yuki yang secara otomatis langsung menatatap mata Riyu, “Kalau bicara lihat mataku. Maaf tadi sudah ngomel-ngomel tidak karuan,” ucap Riyu dengan lembutnya.

Spontan pipi Yuki terasa panas dan mulai memerah karena malu, “Apa sih??” Yuki kemudian melepaskan tangan Riyu dari pipinya dan mulai menatap ke arah lain menghindari kontak mata dengan Riyu yang tersenyum melihat tingkah Yuki, “Pesan makanan sana aku lapar!!” tambah Yuki.

“Iya sabar. Kau mau apa??” tanya Riyu yang mengecek daftar nomor makanan pesan antar di hpnya.

“Terserah apa saja aku mau. Asal cepat,” jawab Yuki yang merebahkan kepalanya di meja. Yuki tampak lelah sekaligus lapar. Perutnya sudah tidak bisa dikendalikan lagi.

“Yaudah pesan pizza sama burger aja yah??” tawar Riyu yang sambil mengotak-atik hp-nya. Tapi tidak ada jawaban dari Yuki. Riyu penasaran dan menoleh ke arah Yuki. Ternyata Yuki tertidur dengan wajah damainya. Riyu segera mengirim pesan agar makanannya cepat sampai dan langsung menaruh hp-nya kembali, ‘inilah saat yang paling aku suka. Mellihatmu tidur dengan damainya. Entah aku mulai menyukaimu sejak kapan. Aku benar-benar menyukaimu, Yuki,’ batin Riyu sambil terus menatap Yuki dan ikut merebahkan kepalanya tanpa melepaskan tatapannya dari Yuki.

Tiba-tiba hp Yuki mulai berdering tepat di sebelahnya sehingga membuat Yuki terbangun dan terkejut melihat Riyu yang sedang menatapnya sangat dekat. Riyupun jjuga terkejut saat melihat Yuki membuka matanya. Tidak ada yang bergerak dari posisi masing-masing. Hingga kemudian hp Yuki kembali berdering. Sontak hal itu membuat Yuki dan Riyu tersadar dan kembali duduk seperti semula. Yuki dan Riyu saling salah tingkah. Yuki kemudian menngambil hp-nya dan melihat Ia mendapat pesan dari siapa.

Dari: Mikoku

            Jangan lupa makan.

            Dari: Mikoku

            Jangan terlalu memaksakan diri kalau mengerjakan tugas. Aku gak mau kalau kamu sampai sakit karena kelelahan.

            Dari: Mikoku

            Semangat, Yuki…<3

            Dari: Mikoku

            Kalau ada waktu ayo nanti makan malam.

Yuki mellihat beberapa pesan dari Miko. Malam ini Miko menggajaknya makan malam. Tapi Yuki sudah diajak Mama Riyu untuk makan malam bersama. Tidak mungkin kalau Yuki menolak ajakan Mama Riyu.

“Kau harus ikut denganku!!” ucap Riyu secara tiba-tiba. Ternyata Riyu mengintip pesan Miko yang tadi dibaca Yuki. Riyu tampak sangat tidak suka melihat perhatian Miko kepada Yuki. Riyu juga tidak tau bagaimana perasaan Yuki kepada Miko atau kepadanya. Yuki tidak menunjukkan respon berlebihan saat membalas pesan dari Miko.

“Kenapa kau mengintip pesanku??” dengan spontan Yuki menyembunyikan hp-nya dari pandangan Riyu. Entah kenapa, sejak tadi Riyu sangat aneh dan tidak seperti biasanya.

TING TONG… Bel rumah Riyu berbunyi. Mungkin makanan pesanan mereka sudah datang.

“Pokoknya kau harus ikut denganku!!” Riyu kemudian berdiri dan berjalan menuju anak tangga. Riyu tidak memberikan respon apa-apa tentang pertanyaan Yuki. Riyu hanya tidak suka mendengar sesuatu mengenai Miko, “Owh iya.. Bisa tidak kau mengganti namanya?? Aku geli melihatnya,” tambah Riyu yang kemudian menuruni tangga.

“Dia kenapa sih??? Kayak lagi cemburu sama pacarnya aja,” omel Yuki saat Riyu mulai hilang dari pandangannya. Kemudian Yuki terdiam, ‘Masa dia cemburu?? Cemburu sama Miko?? Gak mungkin lah. Kalau seumpama Riyu menyukaiku, berarti kita berdua sama-sama menyukai??’ batin Yuki yang berpikir bisa saja kalau mereka sebenarnya saling menyukai. Hanya saja sifat keras kepala mereka yang membuat mereka saling menahan perasaan masing-masing, ‘Masa sih dia menyukaiku??’ Yuki terus saja kepikiran tentang sikap Riyu.

“Heh… Ayo makan!! Kenapa kau melamun?? Jangan-jangan kau melamunkan cowok itu??” ucap Riyu yang datang secara tiba-tiba dengan makanan dan minuman di tangan kanan dan kirinya.

“Tidak kok,” jawab Yuki secara spontan. Ia terkejut dengan kedatangan Riyu yang tiba-tiba. Apalagi tadi Ia sedang melamunkan Riyu.

“Halah… Bilang saja kalau kau sedang memikirkannya,” tambah Riyu sekali lagi dengan ekspresi yang masam. Bahkan Ia sangat malas menatap mata Yuki. Riyu langsung menaruh makanan dan minuman yang Ia pesan tadi di atas meja dan mengambil burger yang langsung Ia makan sambil duduk di sofa.

“Memangnya apa hubungannya denganmu??” tanya Yuki yang kemudian ikut mengambil burger dan memakannya dengan lahap.

“Sudahlah makan saja sepuasmu,” jawab Riyu yang mengubah topik pembicaraan seenaknya sendiri.

Yuki hanya diam saja dan dan melanjutkan memakan burger. Ia kesal karena Riyu tidak menjawab pertanyaannya. Semakin Yuki kesal, semakin lahap Ia makan sesuatu. Ia akan terus makan sampai kenyang dan mulai dihentikan. Kenapa juga Riyu tidak mau menjawab pertanyaannya. Tidak masuk akal.

‘Kenapa juga dia tanya begitu?? Tidak mungkin aku bilang kalau aku menyukainya. Kalau dia suka cowok itu bagaimana?? Aku tidak rela kalau Yuki dekat dengannya. Bagaimana kalau Yuki tiba-tiba menyukainya??” batin Riyu dalam hati. Ia bersungguh-sungguh menyukai Yuki. Baru kali ini Ia merasakan perasaan yang berbeda terhadap seorang gadis. Biasanya Ia tidak akan menghiraukan gadis-gadis di sekitarnya, tapi berbeda dengan Yuki. Yuki selalu menarik perhatiannya. Sikap cuek dan dingin dari Yuki adalah daya tariknya sendiri. Riyu suka dengan semua yang ada pada Yuki.

Setelah burger Yuki habis, Ia langsung beralih ke pizza yang ada di depannya. Ia mengambil sepotong pizza dan langsung melahapnya dengan ganas, ‘Apa susahnya sih jawab gitu aja?? Cowok nyebelin. Serasa di PHP-in,’ batin Yuki sambil asyik memakan pizzanya.

“Lapar apa doyan??” tanya Riyu sambil menatap Yuki yang sedang makan.

“Bukan urusanmu,”

283 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Continue reading this series: