Posted on

BAB 16

This post is part of the series EASYGOING COUPLE

Other posts in this series:

  1. BAB 14
  2. BAB 15
  3. BAB 16 (Current)
  4. BAB 17
  5. BAB 18

Riyu datang dengan ekspresi yang sangat penasaran dan ingin tau siapa pria yang ada di depan Yuki. Dari ekspresi pria itu yang tampak senang dan tersenyum ramah, bisa dibilang pria itu menyukai Yuki. Entah kenapa Riyu tampak sedikit kesal.

“Yuki, siapa dia??” hanya pertanyaan itu yang muncul dari mulut Riyu saat jarak mereka sudah tidak terlalu jauh dan Riyu bisa melihat dengan jelas pria yang ada di depan Yuki.

“Owh.. Perkenalkan, aku Miko dari jurusan kimia. Kalau kamu??” ucap Miko yang langsung berdiri memperkenalkan dirinya kepada Riyu dengan senyum di wajah Miko. Miko juga mengangkat tangannya hendak berjabat tangan dengan Riyu.

“Riyu. Yuki, apa dia mengganggumu??” Riyu menjawab dengan singkat pertanyaan dari Miko dan mengkhawatirkan Yuki yang dari tadi hanya bertopang dagu sambil memperhatikan Riyu dan juga Miko.

“Aku tidak mengganggunya,” jawab Miko yang merasa bahwa Riyu tidak menyukainya. Padahal Miko juga sebenarnya tidak begitu menyukai Riyu karena Riyu begitu dekat dengan Yuki.

“Aku tanya Yuki bukan kau,” ucap Riyu yang benar-benar menunjukkan bahwa Ia tidak menyukai Miko. Bisa dibilang Riyu mulai cemburu ada pria yang mendekati Yuki.

“Tapi aku merasa kalau kau sedang menyindirku,” Miko masih terus menjawab. Senyum di wajah Miko sudah mulai pudar. Walaupun Miko terkenal ramah, baik dan juga kalem, tapi saat ini Ia menunjukkan ekspresi yang tidak suka.

“Baguslah kalau kau sadar,” jawab Riyu yang kemudian duduk di samping Yuki yang masih memperhatikan dengan bertopang dagu.

Miko hanya diam saja berusaha tidak menghiraukan perkataan Riyu. Miko tidak mau kalau dirinya dipandang buruk oleh Yuki yang dari tadi hanya memperhatikan. Miko kemudian tersenyum saat melihat ke arah Yuki.

“Sudah selesai??” tanya Yuki dengan santainya, “Sebenarnya apa yang kalian ributkan?? Kau, bukannya kau sudah melihatku berkelahi?? Apa yang kau khawatirkan??” ucap Yuki sambil menunjuk Riyu yang duduk di ujung bangku.

“Apa?? Yuki berkelahi??” Miko tampak terkejut saat mendengar bahwa Yuki berkelahi. Miko hanya tidak menyangka bahwa gadis kecil imut seperti Yuki bisa berkelahi.

“Iya. Kenapa?? Kau terkejut?? Memangnya salah?? Kau juga kenapa meladeni Riyu yang temperamennya cukup buruk??” ucap Yuki dengan santai tapi kata-katanya cukup pedas. Sehingga membuat Riyu melirikkan matanya menuju Yuki dengan sinis.

“Tidak. Kau keren. Aku semakin menyukaimu,” dengan sangat entengnya Miko mengucapkan kata-kata yang terdengar seperti pernyataan cinta.

“Haha— Aku geli sendiri mendengarnya. Yuki, ayo pergi!! Ingatlah kalau kita akan mengerjakan komik,” Riyu kemudian berdiri sambil menatap Miko dengan tajam dan tidak suka.

“Iya-iya. Kau sangat berisik. Miko, aku pulang dulu,” Yuki kemudian berdiri dari duduknya dan mengambil tasnya. Ia hendak pergi mengikuti Riyu yang berjalan terlebih dahulu tanpa menghiraukan Miko.

“Iya, Yuki. Hati-hati. Aku akan menghubungimu nanti,” ucap Miko dengan senangnya sambil melambaikan tangan ke arah Yuki yang pergi meninggalkannya. Ternyata Yuki tidak begitu bersikap dingin dengannya.

  • ●●

Yuki dan Riyu berjalan menuju rumah Riyu. Mereka sering mengerjakan komik di rumah Riyu, karena di rumah Riyu ada jaringan wifi dan juga jika di rumah Riyu, mereka bisa makan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang dan tidak khawatir kalau sampai malam. Yuki sangat tidak keberatan jika sering-sering ke rumah Riyu. Tapi saat ini entah kenapa Yuki dan Riyu berjalan dengan saling berdiam diri. Biasanya Riyu akan mengejek Yuki atau Yuki akan mengomel tentang sesuatu. Tapi sekarang benar-benar sunyi. Saat tinggal satu belokan, Riyu kemudian mulai membuka percakapan terlebih dahulu.

“Pria tadi sepertinya menyukaimu,” ucap Riyu yang berbicara dengan pandangan lurus kedepan. Berusaha menghindari kontak mata dengan Yuki.

“Sepertinya memang begitu. Sekarang saja dia sudah mengirimiku beberapa pesan,” jawab Yuki dengan santainya sambil menunjukkan beberapa pesan dari Miko yang ada di hpnya.

“Jadi kau benar-benar memberikan nomormu padanya??” Riyu melirik sejenak dan langsung terkejut saat melihat beberapa pesan dari pria tadi. Yang paling membuat Riyu terkejut adalah nama si pengirim, yaitu ‘Mikoku’. Riyu mencerna kata itu dan mulai berpikir, ‘Apa maksudnya nama Mikoku itu?? Itu nama aslinya apa arinya Miko milik Yuki?? Sangat menggelikan,’ batin Riyu yang mulai jengkel dengan Miko. Jujur saja Riyu mulai cemburu.

“Kenapa kau heboh sendiri??” tanya Yuki yang sedikit terkejut melihat respon Riyu yang menurutnya sedikit berlebihan kepadanya. Karena setau Yuki, Riyu jarang sekali memperdulikan Yuki. Kecuali yang berhubungan dengan projectnya.

“Aku hanya khawatir kalau dia disuruh orang buat mencuri ide kita,” ucap Riyu yang sedikit berbohong. Sebenarnya yang Ia takutkan adalah pria itu mencuri Yuki darinya.

“Aku tidak sebodoh itu,” jawab Yuki yang setengah kesal dan mempercepat jalannya dengan kaki pendeknya itu.

Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan dengan mulut yang saling terdiam. Riyu merasa kesal sekaligus cemburu saat mengingat Yuki dan Miko tadi dan bahkan sekarang Riyu melihat Yuki melihat hpnya terus tampak seperti membalas sebuah pesan yang sepertinya dari Miko. Sedangkan Yuki sendiri merasa kesal karena yang Riyu pikirkan hanya projectnya saja.

Ketika mereka berdua sampai di rumah Riyu, disana tampak sepi. Tidak ada Mama Riyu yang biasa menyambut kedatangan Riyu dan Yuki.

“Mamamu kemana??” tanya Yuki yang melihat sekeliling rumah Riyu.

“Aku juga tidak tau,” jawab Riyu yang kemudian berjalan menuju lemari pendingin yang ada di dapur. Mamanya biasa meninggalkan catatan kecil saat ada keperluan mendadak.

Mama pergi dulu sama teman SMA Mama. Kamu pesan makanan saja yah?? Kalau ada Yuki jangan boleh pulang dulu sampai Mama datang. Kita makan-makan nanti malam.

            ‘Kenapa harus sekarang?? Aku kesal dengannya,’ batin Riyu yang tidak terlalu suka berlama-lama dengan Yuki. Riyu kemudian melirik Yuki yang masih ada di dekat pintu masuk. Riyu melihat Yuki yang masih asyik dengan hp-nya, “Main hp mulu!! Berhenti kenapa sih?!!” omel Riyu yang semakin kesal dan kembali menghadap lemari pendingin. Riyu menatap kertas memo yang ditinggalkan oleh Mamanya. Ia ingin menyembunyikan memo ini dari Yuki supaya Ia tidak ikut.

“Wah… Aku diajak makan malam nih?? Enaknya..” ucap Yuki yang tiba-tiba sudah berada di belakang Riyu.

“Arh.. Kau membuatku terkejut. Jangan muncul tiba-tiba seperti itu!!” omel Riyu sekali lagi. Entah apa yang dilakukan Yuki, hal itu selalu membuat Riyu semakin kesal dan ingin terus mengomel.

“Apa sih?? Berhenti memarahiku!! Aku bukan anak kecil yang selalu diomelin. Lagi dapet yah?? Ngomel mulu dari tadi,” Yuki juga ikut kesal karena dari tadi Riyu terus mengomelinya tanpa henti.

‘Itu karena aku menyukaimu,’ batin Riyu dalam hati tapi mulutnya tidak bisa mengucapkan semua itu. Riyu hanya diam dan pergi ke kamarnya.

256 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Continue reading this series: