Posted on

BAB 14

This post is part of the series EASYGOING COUPLE

Other posts in this series:

  1. BAB 12
  2. BAB 13
  3. BAB 14 (Current)
  4. BAB 15
  5. BAB 16

Yuki mencuci sayuran dengan teliti dan berusaha supaya tidak ada kotoran tertinggal. Tapi hal itu membuatnya sangat lama sehingga membuat Riyu cukup gemas.

“Sebenarnya kau bisa apa tidak sih mencuci sayuran??” tanya Riyu yang mulai kesal menunggu Yuki.

“Diamlah!! Biar kotorannya hilang,” jawab Yuki dengan tatapan yang masih terfokuskan dengan sayuran dan juga air mengalir di depannya.

“Kau bisa menghilangkan semua vitamin yang ada di sayur itu. Ayo cepatlah!! Itu sudah bersih kok,” ucap Riyu yang semakin gemas dengan tingkah Yuki.

“Akh… Begitu kah?? Ya sudah.. Ini…” ucap Yuki dengan polosnya memberikan sayuran itu kepada Riyu. Ternyata Yuki tidak paham kalau Ia mencucinya lama seperti itu bisa menghilangkan vitamin yang ada pada sayuran.

“Lanjutkan bersihkan ikan itu!!” perintah Riyu yang mengambil sayuran dari tangan Yuki sambil menunjuk ikan dengan dagunya.

“Baik Bapak Kepala Koki yang terhormat,” jawab Yuki yang berbalik ke arah wastafel dan memandangi ikan yang matanya seolah-oleh berbalik menatap Yuki, “Anu… Riyu, ikan ini sudah benar-benar mati kan??” tanya Yuki yang sedikit ragu dengan ikan itu.

“Haha… Memangnya kenapa?? Kau takut??” tanya Riyu yang tertawa melihat wajah Yuki yang tampak takut dengan ikan yang ada di hadapannya.

“Apa?? Bukannya begitu. Hanya saja aku agak geli melihat mata ikan ini. Seperti sedang mengawasiku,” jawab Yuki dengan polosnya. Entah kenapa Yuki mengeluarkan semua kelemahannya selama hendak memasak dengan Riyu.

“Ikan itu tidak akan memakanmu. Malah kau yang akan memakannya. Sudahlah, cepat bersihkan!!” perintah Riyu sambil menahan tawa saat melihat ekspresi polos Yuki.

Yuki mulai mengeluarkan ikan itu dari kantong plastik dan saat ikan itu mulai keluar, ikan itu melompat keluar dengan licinnya, “Hwaaahh… Apa-apaan ikan itu??” teriak Yuki yang terkejut karena pergerakan ikan itu.

“Ada apa??” Riyu yang terkejut mendengar teriakan Yuki langsung menghampiri dan melihat keadaan Yuki.

“Ikannya masih hidup. Dia hidup. Kenapa kau tidak bilang kalau dia masih hidup??” omel Yuki yang cukup takut melihat pergerakan ikan yang datang secara tiba-tiba.

“Hidup apanya?? Ikan itu sudah mati. Lihat ini!!” Riyu kemudian ke arah wastafel dan mengambil ikan yang tergeletak di wastafel dan mulai menyalakan kran air, “Lihatlah!! Kalau ikan ini masih hidup, dia akan bergerak saat ada air seperti ini. Tidak aku sangka kau takut dengan hal seperti ini,” ucap Riyu menahan tawanya yang hampir meledak.

“Diamlah!! Berhenti mengolokku,” jawab Yuki yang sedikit cemberut.

“Baiklah biar aku saja yang mengerjakan semua ini. Kau bantu aku ambilkan apa yang aku butuhkan saja. Jangan berani-beraninya duduk disana!!” ancam Riyu yang sedikit tidak tega melihat Yuki yang takut untuk memegang ikan.

“Terima kasih,” jawab Yuki dengan juteknya dan menahan rasa kesalnya terhadap ikan tadi dan juga Riyu, “Sebenarnya aku takut ikan,” ucap Yuki dengan malu-malu mengakui kelemahannya.

“Kau takut dengan ikan ini??” tanya Riyu sambil mengangkat ikan dan menunjukkannya kepada Yuki yang tidak terlalu jauh darinya.

“Jauhkan dariku. Aku geli melihatnya,” elak Yuki yang sedikit gelagapan saat Riyu mengangkat ikan yang tadi mengejutkannya. Baru kali ini Yuki mengakui kelemahannya di hadapan seseorang terutama laki-laki.

“Baiklah. Ternyata gadis yang bisa mengalahkan 4 orang pria ini takut dengan ikan,” goda Riyu sambil melanjutkan membersihkan ikan di wastafel. Sejak tadi Riyu selalu tersenyum jika mengingat apa yang dilihatnya tentang Yuki sejak tadi.

Akhirnya mereka mulai memasak sayuran dan juga ikan yang membuat Yuki takut tadi. Ternyata Riyu sangat ahli dalam hal memasak. Riyu tampak seperti seorang koki yang ada di meja dapur. Kelihaiannya dengan pisau dan meracik bumbu cukup untuk membuat para gadis terkesima.

‘Apa yang aku pikirkan saat ini?? Bagaimana bisa Riyu tampak mengesankan saat memasak seperti itu?? Sepertinya aku benar-benar menyukainya,’ batin Yuki menatap Riyu yang sedang asyik memasak dengan tatapan yang tajam menuju penggorengan.

“Yuki…!!!” panggil Riyu dengan nada yang sedikit naik.

“Apa??” tanya Yuki yang sedikit terkejut dengan panggilan Riyu yang nadanya sedikit naik tadi.

“Apa yang kau pikirkan dari tadi?? Aku sudah memanggilmu berkali-kali,” ucap Riyu yang masih terus menumis sayuran dan ikan yang sudah dipotong-potong.

“Ah…!! Memangnya ada apa??” tanya Yuki sekali lagi yang takut ketahuan kalau Ia sedang memikirkan Riyu tadi. Ia belum siap kalau Riyu tau bagaimana perasaannya kepada Riyu.

“Ambilkan garam cepat!!” perintah Riyu yang tanpa menatap melirik ataupun melihat Yuki yang berdiri disampingnya.

“Wah… Kenapa kau mulai sok seperti ini??” ucap Yuki yang sedikit kesal mendengar Riyu memerintahkannya untuk mengambil garam, ‘Sekeren apapun semengagumkan apapun dia tetap menyebalkan. Tapi kenapa aku masih suka dengannya??’ guman Yuki sambil mengambilkan garam untuk Riyu dan memberikannya, “Ini!!” ucap Yuki dengan nada juteknya.

“Jutek banget sih??” jawab Riyu yang sedikit terkejut dan melirik Yuki sebentar dan Riyu melihat Yuki yang sedang cemberut dan tangannya memainkan botol kecap yang ada di depannya, “Ada apa?? Sudah lapar??” tanya Riyu yang mengira-ngira kalau Yuki sudah mulai kelaparan.

“Aku sudah lapar dari tadi,” jawab Yuki dengan nada ketus tanpa melirik sedikitpun ke arah Riyu. Saat ini tingkah Yuki lebih seperti anak-anak yang sedang merajuk kepada Riyu karena kelaparan.

“Haha… Iya ini sebentar lagi matang kok,” Riyu merasa sangat senang sejak tadi Ia merasa terhibur melihat tingkah Yuki, mulai dari Yuki berkelahi dengan para pria hingga saat ini Yuki kelaparan. Riyu seperti melihat sosok lain dari Yuki yang biasanya Ia temui di kampus. Ternyata Riyu tidak salah mengajak Yuki ke rumahnya tadi. Yuki bisa mengurangi rasa bosan Riyu sejak tadi pagi tidak melakukan apa-apa.

“Tapi apa benar masakanmu enak?? Coba nyicip yah??” pinta Yuki yang mulai tertarik dengan aroma masakan Riyu dan mulai tergiur melihat ikan yang ada di penggorengan. Ikan itu tampak seperti sedang memanggil-manggil Yuki untuk segera memakannya. Ikan yang ada di atas penggorengan ini sangat berbeda dengan ikan yang tadi ada di wastafel. Ikan ini sama sekali tidak membuat Yuki takut.

“Siapkan saja nasi di atas meja. Ini sudah matang. Cicipi saja sambil makan,” Riyu kemudian mengambil dua piring yang akan diberikan ke Yuki dan mengambil satu mangkuk besar sebagai wadah masakannya ini.

“Dasar pelit,” ucap Yuki yang mengambil piring menuju rice cooker yang tidak jauh darinya. Yuki mengambil nasi secukupnya untuk dirinya dan juga Riyu. Yuki tidak sabar ingin mencicipi masakan Riyu.

Riyu menuju ke meja makan dengan semangkuk tumis ikan di tangannya. Secara spontan hal itu membuat Yuki tertarik untuk segera duduk di kursi meja makan dan menyantap ikan yang tampak lezat itu.

“Makanlah sepuasmu,” ucap Riyu sambil menatap Yuki yang tampak sangat senang melihat masakan di depannya.

“Terima kasih. Ayo makan!!” dengan semangat Yuki memindahkan ikan dan juga sayuran yang ada di mangkuk menjadi ke piringnya. Yuki mulai mencicipi masakan itu, “Enaaak…” ucap Yuki dengan senangnya.

378 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Continue reading this series: