Posted on

BAB 13

This post is part of the series EASYGOING COUPLE

Other posts in this series:

  1. BAB 11
  2. BAB 12
  3. BAB 13 (Current)
  4. BAB 14
  5. BAB 15

Yuki berjalan di samping Riyu yang sedang berjalan dengan santai sambil membawa belanjaan Yuki yang cukup banyak. Yuki masih penasaran apa benar Riyu bisa memasak?? Kalau Yuki, hanya memasak telur dadar saja sudah keasinan apalagi yang lainnya. Ia tidak bisa mengira-ngira berapa banyak bumbu yang harus dimasukkan ke dalam masakannya.

Tidak lama terlalu jauh dari jalan dimana Yuki menghajar para pria tadi, akhirnya Riyu dan Yuki sampai di rumah Riyu yang tampak sepi. Riyu membuka pintu dengan kunci yang ada di saku celananya dan masuk dengan santainya tanpa berbicara apapun. Rumah itu tampak sepi. Dulu ada Mamanya Riyu yang menyambut dengan ramahnya, tapi sekarang dimana Mamanya Riyu??

“Cepat masuk dan tutup pintunya!! Kalau kau mencari Mama, Mama dan Papa sedang pergi berlibur,” ucap Riyu yang melihat Yuki masih mematung di pintu dengan pandangan yang sedang mencari-cari.

“Kau mengajak seorang gadis ke rumah yang hanya ada kau saja??” tanya Yuki dengan tatapan curiga dan melipat kedua tangannya di depan dada.

“Ha—Ha—Ha— Iya benar. Aku dengan beraninya mengajak seorang gadis kecil yang bisa menghajar 3 pria dan 1 orang lagi lari terbirit-birit ke rumahku sendiri. Bahkan aku mau memberinya makan,” jawab Riyu dengan mengejek sambil berjalan menghampiri Yuki dan mengambil belanjaannya.

“Baiklah kita mau masak apa??” ucap Yuki yang mengubah topik pembicaraan dan berjalan menuju dapur mendahului Riyu tanpa ada aba-aba.

Riyu hanya menatap Yuki dengan senyum tipis. Riyu tampak terhibur melihat tingkah Yuki yang secara tidak langsung cukup menggemaskan. Bahkan sekarang Yuki sudah berada di dapur dengan pisau di tangan kanannya dan berpose seperti seorang psikopat dengan ekspresi yang sangat datar.

“Bagaimana kalau aku melawan cowok-cowok tadi dengan pisau ini??” tanya Yuki dengan meneliti pisau yang Ia bawa, “Aku cukup mahir kok menggunakan senjata,” tambah Yuki sambil berpose seperti psikopat lagi.

“Kalau kau menggunakan pisau, aku pasti akan melaporkanmu ke polisi. Sudahlah. Kau sangat lapar yah sampai otakmu jadi tidak beres seperti itu,” Riyu menghampiri Yuki dan menggambil pisau yang ada di tangan Yuki, “Kau mau makan apa??” tanya Riyu menawari Yuki.

“Apapun. Asal kau bisa memasaknya,” jawab Yuki dengan santainya sambil mengeluarkan bahan-bahan yang tadi Riyu beli.

“Aku bisa memasak apapun,” jawab Riyu dengan sombongnya.

“Kalau begitu aku mau daging sapi panggang dan bumbunya terserah asal enak,” jawab Yuki dengan mata yang berseri-seri.

“Lihat dulu bahannya sebelum bicara!! Aku tidak beli daging sapi. Lagipula kenapa kau minta makanan yang mewah??” Riyu sedikit jengkel dengan ucapan Yuki yang seenaknya sendiri.

“Kalau begitu lain kali masakan aku daging sapi,” Yuki tampak sedikit kecewa dengan jawaban Riyu. Padahal Ia sangat ingin makan daging sapi. Bagaimanapun juga Ia anak kos yang sangat jarang makan daging sapi.

“Kenapa kau minta yang aneh-aneh sih?? Sudahlah diam saja!!” Riyu mulai jengkel dengan Yuki dan sedikit mendorong Yuki dari bahan-bahan yang kini sudah ada di meja dapur, “Kau bisa masak tidak??” tanya Riyu.

“Tentu saja,” jawab Yuki dengan sedikit gugup. Ia takut kalau Riyu tau bahwa Yuki tidak bisa memasak. Yuki tentu saja gengsi dengan Riyu.

“Benar kau bisa memasak??” tanya Riyu yang sedikit ragu. Kemudian Riyu mengambil sesuatu di kulkas dan menaruhnya di depan Yuki, “Coba ambil jahe,” pinta Riyu yang mengeluarkan sekotak bumbu dapur.

Yuki merasa bingung dan sesekali melirik Riyu yang menatapnya dengan tatapan seperti mengejek. Kemudian Ia mengambil dengan asal apa yang ada di depannya, “Ini,” jawab Yuki dengan ragu-ragu.

“Owh… Baiklah kalau begitu,” jawab Riyu yang mengambil kotak bumbu tadi dan mengambil beberapa bumbu yang Ia butuhkan dan mengembalikan kotak itu ke kulkas.

‘Apa aku benar?? Jadi aku benar mengambilnya??’ guman Yuki dalam hati dengan bangganya, “Aku kan sudah bilang kalau aku bisa memasak,” jawab Yuki dengan sedikit bangganya.

“Kau benar. Kalau begitu kau tunggu saja di meja makan!!” jawab Riyu dengan tersenyum manis di depan wajah Yuki tepat.

“Apa?? Apa maksudmu??” tanya Yuki yang merasa bingung.

“Aku hanya tidak mau kau merusak masakanku karena tidak bisa membedakan antara jahe dan lengkuas,” jawab Riyu dengan nada mengejek.

“Hah… Memangnya salah kalau aku tidak bisa memasak?? Baiklah. Aku akan duduk diam menunggumu sampai selesai memasak. Lagipula aku juga hanya sekedar basa-basi mau membantumu memasak,” ucap Yuki yang menaruh kembali lengkuas yang Ia pegang dan melangkahkan kakinya menjauh dari dapur.

“Hey… Enak saja. Cepat kesini!!” perintah Riyu saat melihat Yuki menarik kursi di meja makan dan duduk dengan santainya.

“Apa??” jawab Yuki dengan nada yang cukup ketus.

“Cepat kesini!! Aku bukan koki pribadimu. Cepat sini bantu aku!!” perintah Riyu sambil melambai-lambaikan tangannya memanggil Yuki.

“Apa sih??” tanya Yuki dengan kesal sambil berdiri dan menghampiri Riyu, “Bukannya tadi kau sendiri yang bilang aku tidak boleh merusak masakanmu??” tanya Yuki yang masih sangat kesal karena sudah diremehkan oleh Riyu.

“Sudahlah.. Bantu sebisamu saja. Cuci sayuran sama ikan bisa kan??” tanya Riyu yang sedikit melembut sambil memberikan sayur-sayuran dan ikan yang berada di kantong plastik.

“Tentu saja aku bisa,” jawab Yuki sambil mengambil kantung plastik itu secara kasar dan pergi ke arah wastafel untuk mencuci ikan dan sayuran itu.

175 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Continue reading this series: