Posted on

BAB 12

This post is part of the series EASYGOING COUPLE

Other posts in this series:

  1. BAB 10
  2. BAB 11
  3. BAB 12 (Current)
  4. BAB 13
  5. BAB 14

Akhir pekan kali ini, saatnya Yuki berbelanja mingguan ala anak kos karena semua perlengkapan kosnya hampir habis. Yuki pergi ke supermarket terdekat dengan jalan kaki. Yuki memang sering pergi dengan jalan kaki selama jaraknya tidak terlalu jauh.

Saat sudah berada di supermarket, Yuki mengambil barang-barang yang Ia butuhkan terlebih dahulu, kemudian Ia pergi ke area makanan. Yuki sangat suka saat berada di area makanan. Walaupun Ia tidak bisa masak, entah kenapa Ia suka melihat bumbu-bumbu dapur yang beraneka ragam. tapi tetap saja yang Ia ambil hanya makanan instan saja. Setelah mengambil semua yang Ia butuhkan, Yuki segera membayar semua itu ke kasir. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi Yuki yang selalu kemana-mana sendiri tanpa ada yang menemani. Sepulang dari supermarket, Yuki membeli sebungkus makanan terlebih dahulu untuk dimakannya setelah sampai kos nanti dan entah kenapa Ia ingin melewati jalan yang berbeda dari biasanya. Yuki sedang bosan saat ini, jadi Ia butuh hiburan dengan sedikit berjalan-jalan sebentar. Kemudian Ia melihat sekelompok pria yang sedang berkumpul di tengah jalan sempit yang Ia lewati. Tanpa ada rasa takut Yuki terus berjalan menuju segerombolan pria itu.

“Cewek,” goda salah satu pria berambut sedikit gondrong dari 4 orang pria lainnya.

“Tumben ada cewek cantik lewat sini. Mau ditemani atau dibawain belanjaannya, dek?? Nanti capek kalo dibawa sendiri,” goda 1 pria lainnya yang sedikit gendut.

“Pergilah!!” sahut Yuki dengan dinginnya sambil terus menerobos 4 orang pria yang badannya jauh lebih besar darinya. Entah muncul darimana keberanian Yuki dibalik tubuh kecilnya itu.

“Aduh.. Jahatnya…” goda pria lainnya yang berbadan jakung sambil sedikit mencolek Yuki.

“Sudahlah adek manis. Sini Kakak bawakan!!” salah satu pria bertubuh agak kecil kemudian mengambil belanjaan Yuki yang tadinya Yuki bawa.

“Kalian mau apa, sih??” tanya Yuki dengan sorot mata yang cukup menyeramkan melirik para pria yang ada di depannya. Yuki sangat geram dengan segerombolan pria tidak berguna seperti yang ada di depannya.

“Yuki?? Sedang apa kau disitu??” tiba-tiba Yuki mendengar suara seseorang yang suaranya tidak asing baginya dari belakang.

“Riyu??” Yuki menoleh kebelakang dan ternyata suara pria itu adalah Riyu yang datang dengan membawa belanjaan dari supermarket yang sama dengannya tadi. Tampaknya Riyu juga sedang berbelanja seperti dirinya.

“Kenapa kau bersama dengan pria-pria bodoh seperti ini?? Apa mereka mengganggumu??” tanya Riyu dengan terus berjalan mendekati Yuki yang masih ada di tengah kerumunan para pria itu.

“Heh…!!! Jangan sok jagoan dan jaga mulutmu!!” ucap pria yang bertubuh agak kecil itu yang amarahnya mulai terpancing dengan munculnya Riyu.

“Kalau kau mau bergabung dengan kita, kita akan memberimu kesempatan bersenang-senang dengannya,” tambah pria berambut sedikit gondrong itu dengan santainya mengajak Riyu bernegosiasi.

“Atau kalau tidak kau bisa lewat saja dengan baik,” ucap pria bertubuh jakung itu dengan sedikit memberi jalan buat Riyu.

“Kesempatan apa maksud kalian?? Dia gadisku. Aku bisa bersenang-senang dengannya kapan saja,” ucap Riyu yang sembarangasn sambil menarik lengan Yuki menjauh dari para pria itu.

“Kau gila, yah??” ujar Yuki yang sedikit shock dengan apa yang Ia dengar dari mulut Riyu barusan.

“Dengar, kan?? Gadis ini saja bilang kau itu gila. Mending kau pergi saja dan biarkan gadis manis ini bersamaku,” ujar pria bertubuh jakung itu sambil menarik lengan Yuki.

Yuki yang merasa diperebutkan jadi geram. Kemudian Ia menangkis tangan pria jakung itu dengan cepat. Kakinya menendang area terlarang para pria itu dengan keras hingga Ia lemas dan saat itu juga Yuki memukul rahang bawah pria itu dengan keras dan gesit.

“Argh……!!!!” teriak pria jakung itu yang merasa sangat kesakitan.

Segerombolan pria itu dan Riyu terheran-heran melihat gerakan Yuki yang cukup cepat dan juga melihat pria bertubuh jakung itu terkapar di tanah. Riyu tidak habis pikir kalau Yuki bisa melakukan semua itu.

“Beraninya kau!!” pria gondrong itu geram melihat temannya terkamar dan menghampiri Yuki dengan tangan terangkat tampak ingin memukul Yuki. Tapi Yuki dengan santainya menghindari pukulan itu dan memukul kaki pria itu hingga Ia terduduk kemudian Yuki memukul kening pria itu dengan punggung tangannya dengan cepat dan keras.

Pria kecil itu hendak membantu temannya yang berambut gondrong itu untuk bangun, tapi karena Yuki masih geram pria itu mendapat sebuah tendangan yang cukup keras di rahangnya hingga tubuhnya yang cukup kecil itu sedikit terlempar. Pria gemuk yang dari tadi hanya memperhatikan saja mulai takut dengan Yuki dan menjatuhkan belanjaan yang tadi pria kecil itu sempat berikan kepada pria gendut itu. Kemudian tanpa aba-aba pria gendut itu melarikan diri dengan sebungkus makanan yang tadi dibeli Yuki.

“Akh… Makananku,” ucap Yuki dengan kecewa. Kemudian disusul 3 pria yang tadinya terkapar itu mulai lari meninggalkan Yuki yang cukup menyeramkan dengan wajah imutnya itu, “Akh.. Ini karenamu yang muncul entah darimana,” omel Yuki yang semakin kesal karena makanannya diambil.

“Kau… Bisa berkelahi??” tanya Riyu yang masih terheran-heran melihat Yuki. Dengan tubuh kecil dan wajah imut seperti itu Ia bisa menghajar 3 orang tanpa mengambil banyak waktu dan membuat 1 orang lagi lari terbirit-birit.

“Memangnya kenapa??” tanya Yuki yang berjalan menuju belanjaannya yang jatuh berantakan karena si gendut itu dan memungutinya satu per satu.

“Aku tidak menyangka kau bisa berkelahi seperti itu. Baru kali ini aku melihat anak kecil berkelahi dengan keren seperti itu,” ucap Riyu dengan kagumnya sambil menaruh belanjaannya dan membantu Yuki memunguti belanjaan yang jatuh berantakan tadi.

“Kau mau aku menghajarmu seperti pria jakung tadi??” tanya Yuki yang menahan kesalnya. Mengingat pria jakung tadi yang pasti sangat kesakitan dan mungkin saja masa depannya bisa suram.

“Akh… Jangan berani-beraninya kau melakukan itu padaku,” Riyu selangkah menjauh dari Yuki dengan posisi tubuh melindungi diri sendiri.

“Apa-apaan kau ini?? Datang dengan sok keren seperti itu tapi yang menghajar mereka malah aku. Bahkan mereka mengambil makan siangku yang sangat berharga. Kau tidak tau saja penderitaan anak kos yang selalu makan makanan instan. Aku bosan,” omel Yuki yang mencurahkan isi hatinya yang merasa bosan dengan makanan instan yang selalu Ia beli.

“Maksudku tadi hanya menolongmu saja. Aku kira kau butuh bantuan. Baiklah kalau begitu ayo ikut aku ke rumah!! Aku akan membuatkanmu makan siang. Lagipula aku memang mau masak buat aku sendiri. Mau ikut apa tidak?? Setidaknya aku bertanggung jawab karena sudah membuat makan siangmu hilang diambil orang,” ucap Riyu yang membuat penawaran kepada Yuki yang saat itu sedang kesal karena lapar.

“Kau bisa masak?? Apa masakanmu enak??” tanya Yuki dengan ragu.

“Masakanku jauh lebih enak dari apa yang kau pikirkan saat ini,” jawab Riyu sambil memasukkan barang terakhir dari belanjaan Yuki dan kemudian berdiri sambil membawa belanjaan Yuki tadi.

“Baiklah kalau begitu,” jawab Yuki yang sedikit malu-malu berdiri sambil mengambil barang belanjaan Riyu yang jauh lebih sedikit dari belanjaannya.

374 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Continue reading this series: