Posted on

BAB 10

This post is part of the series EASYGOING COUPLE

Other posts in this series:

  1. BAB 8
  2. BAB 9
  3. BAB 10 (Current)
  4. BAB 11
  5. BAB 12

“Apa lihat-lihat??!!” bentak Yuki yang merasa aneh saat Riyu memperhatikannya seperti itu. Siapa yang merasa enak saat keluar dengan penampilan aneh memakai baju kebesaran dan diperhatikan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dulu Riyu memang pernah melihatnya mengenakan kaos polos dengan celana pendek selutut. Tapi entah kenapa sekarang Yuki merasa sedikit malu.

“Tidak. Hanya saja kau kelihatan lebih tinggi saja kalau seperti itu,” jawab Riyu asal yang kemudian memalingkan kepalanya membersihkan meja yang tampaknya sudah bersih.

“Ha—ha—Bilang saja kalau aku cantik, walaupun pakai pakaian kebesaran seperti ini,” ucap Yuki dengan tawa meledek. Ia mulai kesal kembali karena ucapan Riyu barusan. Rasa malu yang tadi Ia rasakan kini mulai musnah.

“Apa kau berharap aku bilang seperti itu?? Jangan mimpi!!” ledek Riyu yang berjalan melewati Yuki sambil membawa nampan berisi gelas untuk Ia ganti dengan minuman yang baru. Kebetulan juga gelas Yuki sudah hampir habis. Mungkin Yuki sedang haus.

‘Apa-apaan dia?? Terus kenapa juga aku tadi malu dengan penampilan seperti ini?? Kenapa juga jantungku berdebar-debar sama orang macam dia?? Aku tidak habis pikir dengan perasaanku,’ celoteh Yuki dalam hati yang kemudian duduk di tempatnya tadi duduk. Yuki membalik-balik lembar dibukunya dengan kesalnya.

“Heh…!!! Ayo turun!! Mama sudah menyiapkan makanan untuk kita,” panggil Riyu yang tiba-tiba muncul tanpa suara.

“Argh… Kau mengagetkanku!! Suka sekali sih mengagetiku!!” bentak Yuki yang sangat terkejut dengan suara Riyu.

“Kau saja yang berlebihan. Jangan-jangan kau sedang memikirkanku, yah??” goda Riyu yang sudah mulai senang menggoda Yuki dan membuat Yuki marah-marah tidak karuan.

“Hah…!!! Bermimpilah sepuasmu!!” jawab Yuki dengan songongnya. Ia berdiri dan mendahului Riyu sambil membenturkan pundaknya ke tubuh Riyu dengan jailnya seperti sedang menantang berkelahi. Lucunya adalah Yuki membenturkan pundaknya ke pinggang Riyu sehingga Riyu merasakan geli di pinggangnya.

“Haha… Kalau tidak sampai jangan dipaksakan nantang-nantang seperti itu,” ucap Riyu yang tertawa melihat tingkah gadis kecil yang saat ini berjalan di depannya.

“Berisik!!” jawab Yuki yang geram mendengar tawa Riyu.

“Riyu, ada apa sih kamu?? Tumbenan kamu tertawa sampai seperti itu,” ucap Mama Riyu yang sudah menunggu di meja makan.

“Tidak apa kok, Ma. Hanya saja barusan ada bocah yang sok-sokan nantang-nantang gitu,” sindir Riyu sambil sesekali melirik Yuki yang kini duduk disampingnya. Sedangkan Yuki hanya melirik Riyu dengan tajam dan sesekali tersenyum sopan kepada Mama Riyu.

“Riyu, apaan sih kamu ini?? Yuki, kenapa pakai baju Riyu gitu?? Kebesaran pula,” tanya Mama Riyu yang penasaran kenapa Yuki memakai baju Riyu yang tampak sangat kebesaran.

“Ah.. Anu, Tante. Tadi Riyu menyiram saya pakek minuman,” jawab Yuki dengan malu-malu dan sedikit menarik kaosnya menutupi pahanya. Entah kenapa Yuki malu, padahal tadi juga Ia mengenakan baju yang lebih pendek dari kaos Riyu.

“Aduh… Gimana sih anak itu. Kenapa tidak pinjam baju Tante saja?? Eh… Tapi kamu lebih kelihatan imut. Benar kan, Riyu??” ucap Mama Riyu dengan senangnya saat melihat penampilan Yuki yang tadi turun menuruni tangga.

“Uhuk…” Riyu langsung tersendak saat Mamanya mengatakan bahwa Yuki itu imut. Sebenarnya tadi Riyu juga sempat berpikir seperti itu saat melihat Yuki yang keluar dari kamar mandi.

“Aduh.. Kenapa sih anak ini?? Mungkin dia juga berpikir kalau kamu imut, Yuki. Hanya saja terlalu gengsi,” Mama Riyu semakin mengoceh memuji-muji Yuki dan menjatuhkan anaknya sendiri sambil sesekali menepuk-nepuk punggung Riyu yang tadinya tersedak.

“Mama, apa-apaan sih,” rajuk Riyu dengan wajah yang cukup merah. Entah karena tersedak atau malu wajahnya bisa semerah itu. Sedangkan Yuki hanya tersenyum puas saat Mamanya memujinya dan Riyu sampai tersedak seperti itu, “Apa senyum-senyum?? Makan sana,” bentak Riyu yang kesal saat meliha Yuki menertawakannya.

BUKK… “Aduh anak ini kasar sekali, sih,” ucap Mama Riyu yang memukul punggung Riyu karena berbicara kasar kepada Yuki.

“MAMAAA….” Riyu tampak sangat kesal saat Mamanya membela Yuki. Yuki hanya tersenyum saja. Dalam hatinya Yuki merasa sangat senang dan ingin sekali menertawai Riyu dengan keras karena Mamanya lebih membela Yuki daripada anaknya sendiri.

Setelah selesai makan, Yuki dan Riyu kembali ke lantai atas untuk mengerjakan tugas. Yuki masih tersenyum-senyum saat melihat wajah Riyu yang masih tampak masam karena kejadian di meja makan tadi.

“Berhenti senyum-senyum seperti itu. Kau tampak sangat…” Riyu kemudian menghentikan ucapannya. Ia hampir saja mengatakan kalau Yuki sangat manis saat tersenyum. Tapi Riyu terlalu gengsi untuk mengucapkan semua itu.

“Sangat apa??” goda Yuki yang semakin tersenyum sambil menatap Riyu dengan lekat.

“Sangat menyebalkan!! Sudah sana kerjain lagi. Jangan bercanda!!” omel Riyu yang sedikit kesal dengan tingkah Yuki yang membuatnya deg-degan tidak karuan.

“Iya iya. Biasa aja kan bisa. Nggak usah pakek otot. Baru juga selesai makan. Istirahat dulu sebentar. Bawel banget, sih!!” omel Yuki yang merasa kekenyangan dan juga mungkin lelah tadi siang habis berjalan-jalan keliling toko buku dan juga berdebat. Yuki kemudian menyenderkan punggungnya ke sofa yang ada di belakangnya.

“Yang pakek otot juga siapa?? Aku sih biasa saja. Kau saja yang lebay menanggapinya. Dan yang biasa bawel itu kaum cewek. Ingat itu baik-baik!!” celoteh Riyu sambil membuka lembar demi lembar buku yang tadinya mereka beli. Dan karena suasana menjadi sunyi tidak ada sautan dari Yuki, Riyu menoleh ke belakang dan melihat Yuki yang kepalanya tertunduk seperti tertidur.

Benar saja, Yuki tertidur dengan posisi duduk bersandar pada sofa dan kepalanya tertunduk tampak lelah. Entah kenapa Riyu menatap Yuki sangat lekat memperhatikan setiap senti wajah Yuki yang tampak manis dan juga tenang saat tertidur. Riyu kemudian memposisikan leher Yuki supaya bersandar kepadanya.

“Coba saja kau seperti ini saat kau terbangun. Aku pasti semakin menyukaimu,” ucap Riyu yang tersenyum melihat Yuki yang tertidur dengan lelapnya.

192 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Continue reading this series: