Posted on

13 KARYA-KARYA ARSITEKTUR INDONESIA

 Oleh : BENNY SENTOSA WIJAYA ST
 SINOPSIS
Sejauh ini, yang saya ketahui sebagai penulis, belum ada buku-buku karya arsitektur yang bergenre humor atau komedi . Yang ada, foto atau design gambar suatu karya yang diberi penjelasan-penjelasan sesuai kenyataan dan terkesan agak serius atau mungkin terlalu formal .
Untuk itulah, saya mencoba menulis sebuah buku, yang nanti akan dibuat berseri, yang isinya, karya-karya arsitektur yang dibikin seunik mungkin, sesinting mungkin, seaneh mungkin, tapi bisa dibangun, atau setidaknya masih bisa diwujudkan ke dunia nyata . Penjelasan dari setiap karya tersebut, juga saya bikin senyeleneh dan segila mungkin . . Jadi amat sedikit yang terkesan serius .  
Tujuannya jelas, yang pertama, untuk menghibur pembaca . Lalu yang kedua, ya ditujukan untuk mereka-mereka yang berprofesi sebagai arsitek, agar menikmatilah pekerjaan atau profesi anda-anda ini.Jangan dirasakan kalo jadi arsitek itu, stress . Karena umumnya, berkaitan dengan hobi anda juga kan?Yaitu suka gambar, atau ngedesign .
Ke-13 karya dari arsitek-arsitek fiksi ini, juga diharapkan bisa memberi masukan kepada anda-anda, arsitek atau mungkin owner yang mau bikin rumah,  yang mungkin sedang buntu ide .
Jadi demikianlah sinopsis ini saya buat.Semoga dapat diterima semua lapisan masyarakat . Terima Kasih .
13 KARYA-KARYA ARSITEKTUR INDONESIA
…………………………..
YANG SESINTING2NYA
PART 1
Nama pribadi, nama golongan, nama organisasi, keterangan tanggal dan tahun, segala kejadian yang ada di dalam buku ini, hanyalah karangan fiksi semata .
Bagi seorang arsitek, merancang sekaligus membangun rumah tinggal di lahan yang sempit, dengan tetap mengedepankan unsur fungsional, kenyamanan dan estetis, adalah suatu tantangan yang menarik . Di satu sisi lagi,pemilik atau owner adalah raja . Anda pun tetap harus membuat  rancangan yang sedikit banyak memenuhi ekspetasi keinginannya ( kan itu bakal jadi rumahnye…Bukan rumah lu tu yehh ) .
Sebagai contoh. Di lahan bangunan berukuran 8 x 12 m, si onwer ingin memiliki kolam renang atau hutan tropis di dalamnya  . Sebagai  arsitek, anda jangan langsung tegang atau keringat dingin .  Stay cool . Tetap tenang . Tarik nafas dalam-dalam,buang pelan-pelan . Ulangi sebanyak 3 – 4 kali sebelum makan . Ikuti petunjuk dokter dan Go ahead . Tetap optimis dan yakinlah jika segala sesuatu  tidak ada yang mustahil  di tata surya ini .  Apalagi mendapat job design sekaligus ngebuild ( ngebangun ), bisa dikatakan sebagai anugerah . jadi nikmati sajalah . Jangan ragu untuk menumpahkan ide-ide atraktif, liar, out of box  anda ke dalamnya . Dan jangan pula merubah aliran atau gaya arsitektur yang selama ini sudah digandrungi atau dijadikan pedoman  oleh anda dalam merancang bangunan .
Seperti yang dilakukan arsitek-arsitek berikut ini  . Masing-masing,  dengan tanpa ragu,tanpa  beban, tanpa unsur paksaan, tanpa belas kasihan, menumpahkan ke-15 karyanya di Buku Karya Arsitektur Yang Sesinting2Nya:  part 1 .
Sebagai pembaca,anda bisa menyimak bagaimana pengalaman, keluh kesah, harapan, kritikan, penderitaan yang dialami, baik dilihat dari sisi si owner, dari sisi si arsiteknya sendiri atau dari pandangan pengamat arsitek  .
Dan untuk hal-hal selanjutnya, lu baca aja deh….
  
Sugitomo “The Samurai House “
Rumah bergaya modern minimalis ini diarsiteki oleh Ir Pheng Tong ( karya-karya sebelumnya : Kemoceng Wood House, The Pentungan , Spi-Dol ), yang tak lain dan tak iya dan juga tak bukan, saudara ipar dari mertua istri keduanya Bapak Sugitomo . Berada di ketinggian 120 cm dari permukaan laut, dengan sudut 6 derajat LU, 8 derajat LS, “The Samurai House”  dibangun untuk menghormati leluhur Pak Sugi sendiri, yang katanye ( ini katanye ye…Jadi kalo salah, lu jangan libatin gue ..) keturunan Masaksih Samurai, seorang musashi terkenal di zaman……Di zaman kapan ye…Di zaman yang banyak ninjanya deh…Susah amat .
Sebagai arsitek, Pheng Tong sendiri mengaku tak kesulitan merancang rumah impian Pak Sugi tersebut .
“Saya menggunakan konsep sabetan pedang . Jadi kebetulan, Pak Sugi ini memiliki sebuah pedang Samurai ori ( asli . Jadi ga kw-kw an ) yang dibelinya via online  . Dan saya menyuruhnya membuat 3 sabetan pedang di kertas putih ukuran A1 yang sengaja saya bentangkan dihadapannya….SSt..SSStt….Ciiaaatt…Jebret…”
“Nah, berdasarkan pola sabetan itulah, saya bisa merancang  denah, mengatur ruang per ruang sesuai keinginan Pak Sugi bersama keluarga…, “lanjut Pheng Tong, yang mengaku juga kepada saya, kalo dia tuh belum punya pacar….
Seakan-akan masih belum puas dengan itu, Pheng Tong juga menyiapkan satu kejutan lagi untuk si ownernya tersebut .
“Setiap malam, saat tukang-tukang udah pada tidur, saya diam-diam datang ke lokasi untuk membuat sebuah karya seni berupa replika pedang samurai setinggi 15.8 meter .  Dan selama 5 bulan pengerjaan, mereka-mereka yang berada di sana, termasuk mandor, hingga Pak Sugi sendiri bersama keluarga, belum boleh tau, apa  itu . Replika nya sendiri sengaja saya tutup dengan kain merah setiap selesai mengerjakannya . ……Dan hingga tepat saat rumah tersebut sudah siap ditempati , barulah saya membukanya tepat di depan mata Pak Sugi sendiri . Dan hasilnya, dia terharu, langsung mencium, memeluk saya berkali-kali, yang diakuinya sendiri, telah melebihi kuantitas jumlah pelukan pada istrinya per bulan….Sungguh mengagumkan….”
Meski begitu, di mata Ir Eng Ing Eng ( pemimpin Ultran Red Archi; Kelompok Garis keras Arsitektur Indonesia ), keberadaan monumen tersebut sangat menbahayakan dan sesungguhnya juga tidak diperlukan .
“Terlalu over act  , saya lihat . Dan danger.Just Imagine, both of you, bagaimana kalo tuh monumen tiba-tiba collapse, ambruk, nimpa everybody yang ada di bawahnya..And  there’s many birds will be die cause hinggap di sana..,” komentar Eng saat diwawancarai media setempat .
“Itu kan dipancang, kalo ga salah 30 meter sampe tanah keras.Ada 4 titik pancang di penampang bawahnya supaya kuat dan tahan gempa hingga 9 SR . Dan lagi, kalo ada burung-burung yang luka atau mati, ya itu salah burungnya…Kok nyalahin saya…Udah tau itu tajam kok hinggap di sana,” bales pedas manis Pheng Tong .
 S To XL House
“Saya menginginkan 5 sampe 6 kamar tidur, bahkan bisa ditambah jadi 7 jika memungkinkan..Lalu 4 kamar mandi…Satu Ruang makan plus dapur…Kemudian rooftop ( lantai paling atas tanpa atap ) yang bisa digunakan untuk acara barbie party, barbeque party, jebar ( ngejemur bareng ) party hingga nobar ( nonton bareng ) party.”
Begitu bunyi keinginan Pak Lupis Ependi untuk rumah idamannya, yang harus dipenuhi dengan teramat sungguh-sungguh oleh arsitek Ben Tji .
“Dengan lahan terbatas, ukuran 4 x 15 meter . Dipotong carport ( untuk parkiran mobil ), menjadi 4 x 11 meter . Awalnya bagi saya, terasa berat . Tak heran beberapa kali saya harus berdebat dengan Pak Lupis bersama istri, sampe ke babe nyaknya juga ikut . Mereka bilang, kalo saya sebagai arsitek seharusnya bisa mewujudkan itu semua . Jangan menyerah dulu . Coba pikirkan dengan tenang, damai . …Akhirnya, kurang lebih sebulan lah setelah itu, saya menyerahkan ke mereka, awalnya ke Pak Lupis dulu, rancangan design pertama  yang diberi kode : PX-1 . Dan, well, ternyata dia  cukup puas .
Setelah dipoles kiri kanan atas bawah sana sini maju mundur, dari kode:PX-1 sampai PX-12, maka tepat pada tanggal 2 Juni 2017, di hadapan pengacara langganannya, Keluarga Lupis menyetujui secara resmi rancangan terakhir saya yang kelak diberi nama S To XL house…….S To XL house bisa diartikan sebagai rumah yang berukuran kecil tapi berkapasitas besar seperti layaknya rumah-rumah menengah pada umumnya ( berukuran 8 x 15,8x 17 atau 8 x 20 m ) . ..”
“Maksimalisasi ruangan . ..Design saudara Ben Tji ini bahkan melebihi ekspetasi, tak hanya saya, mungkin arsitek-arsitek lainnya . Bagaimana mungkin sebuah rumah kecil dapat memiliki banyak kamar yang tentu saja tetap nyaman dan enak dibuat tidur, lalu di lantai atasnya ada fasilitas outdoor yang bisa digunakan untuk berbagai acara.Tapi di tangan Ben Tji, semua bisa….Unbeliavable..,” komentar Pak Lupis di suatu kesempatan wawancara .
“Untuk rancangan S to XL house ini, saya menggunakan permainan split level,khususnya di ruangan lantai 1 dan 2 . Tujuannya semata-mata agar tampak depan bangunan tak terlihat sangat tinggi . Apalagi lebarnya kan hanya 4 meter . Pak Lupis sendiri juga tidak mau rumahnya terlihat seperti rumah toko . Akibat dari permainan tersebut, 3 kamar harus saya korbankan ketinggian ruangannya. Dari yang normal sekitar 2.75 atau 3 meter, menjadi masing-masing sekitar 1.6 meter . Toh semua pekerjaan masih bisa dilakukan sambil duduk atau rebahan di ranjang . Mau ngetik, ngechat ( kecuali ngecat ), ngemail, ngemil, ngelamun,ngedumel,ngedandan,ngerias,ngebaca,ngenonton dan ngeh lainnya .
Tapi,lagi-lagi, berposisi sebagai pihak oposisi, Ultran Red Archi ( kali ini diwakili wakil bendaharanya yang bernama Ir Tereng Tereng ) mengkritik habis-habisan rancangan aristek Ben Tji tersebut . Baik melalui sosmed, koran setempat sampe lewat media televisi . Tak tahan mendapat “gempuran”, Ben Tji sempat meneteskan air mata ( campur belek ) di hadapan kameraman salah satu stasiun televisi swasta .
“Saya Cuma menjalankan tugas saya….Kenapa harus seperti ini?…Kalo terus menerus seperti ini, saya tak tahan lagi….Saya ingin pulang…..,”keluh sang arsitek yang mengaku baru 4 tahun ini terjun ke lapangan ( “Ke lapangan baru kali ini.Tapi kalo ke sungai,udah beberapa kali,” ngakunya waktu itu ) .
“Itu rancangan, terlalu maksa, saya lihat . Hanya demi memenuhi keinginan si owner,  si arsitek tak lagi mementingkan aspek kenyamanan dalam ruangan . Asal taruh-taruh aja, asal pangkas-pangkas aja ( ketinggian ruangan ),” komentar pedas Ir Tereng Tereng .
Merasa kasihan, iba, Pak Lupis Ependi langsung memberi pembelaan untuk Ben Tji .
“Mereka ( Kelompok Ultran Red Archi ) sudah beraksi di luar batas . Tak seharusnya asal mengkritik,sementara mereka sendiri sama sekali belum merasakan tinggal di dalam sana . Saya mewakili Pak Lupis, berani mengklaim, tak hanya keluarga Lupis saja sudah nyaman di sana ( di rumah S to XL House ), sebanyak 42  tamu sudah tandatangan di atas meterai, kalo mereka merasakan kenyamanan yang sama . Jadi, cobalah datang dulu, baru mengkritik . ,” ujar Udang Efendi SH, pengacara si owner .
“Dan juga perlu saya tegaskan kalo saudara Ben Tji ini anak orang.Kasihan lah kalo dijelek-jelekin seperti itu”tambahnya lagi.
“Ya siapa bilang dia anak ayam.Saudara pengacara jangan main tuduh aja,” balas Mr Tereng Tereng di suatu kesempatan . “Dan lagi, apa benar ke-42 tamu itu tandatangan secara ikhlas?Jangan-jangan ada main belakang nih….Kita kan ga tau.Ga ada saksi dari pihak kami atau pihak lainnya semisal utusan dari PIMAI ( Persatuan Ikat Mengikat Arsitek Indonesia )..”
Too Fast and too Houserius
Pagi itu, tanggal 27 April 2017, eksodus telah dimulai .
“Setelah Dunkirk, ini mungkin yang paling fenomenal di zaman modern ini.Selesai hanya dalam waktu kurang dari 12 jam . Total melibatkan 25 bus Full AC VVIP, 3 helikopter, 20 truk kontainer, 2000 personil keamanan, 7 ekor anjing pelacak, 10 panser lapis baja ( bukan lapis legit ya…) hingga 8 buah drone berkamera 360 derajat . Tujuannya, yang pertama adalah memindahkan terlebih dahulu 150 KK menuju hotel-hotel bintang 4 yang sudah disiapkan oleh Pak Bingkis Antoni ( orang nomor 1427 terkaya di Indonesia ), dimana di sana, mereka akan diinapkan selama 1 bulan penuh . L alu yang kedua, tentu saja agar pembangunan rumah Bibit Bintitan ( yang tak lain, putra sekaligus anak satu-satunya dari Pak Bingkis beserta istri ) berjalan cepat, ontime plus lancar,” penjelasan AKBP Hendra Niyan, Kapolsek Tengah Timuran .  
“Kan dia mau kawin.Lalu disuruh bapaknya pindah, ga mau.Penginnya tetap di sini, di tengah-tengah permukiman kami ini.Ya jadinya begini nih.Dibilang repot, iya…Tapi nikmat sih.Dikasih tempat penampungan sementara,lalu dianter pake bus yang ada Waipai nya lagi ( Wifi maksudnya kali….).Pokoknya berkesan banget deh.Sampe anak saya pengin lagi.Ya saya jawab, tunggu anaknya si Mas Bibit itu kawin,mungkin kayak gini lagi,” ujar Mpek Entin, yang ngaku tetangge deketnya anak si Pak Bingkis tuh .
“Surat pemberitahuan plus kartu kondangan kami terima sekitar sebulan yang lalu lah.Jadi isinya, pada intinya, agar rumah si Bibit tuh cepat kelar, kami dipindahin dulu ke, ada 4 hotel kalo ga salah yang udah dibook sama Bos Bingkis tuh , untuk sebulan penuh.Jadi ada 1,2….Oh 5 blok yang harus diungsikan dikarenakan sistem konstruksi rumah anaknya itu, yang pake kontainer.Jadi ada, kalo ga salah 4 kontainer yang tinggal ditaruh-taruh aja di konstruksi beton yang sudah siap sebelumnya.Takut terjadi apa-apa, si Bos Bingkis ga mau ambil resiko, seperti ketimpa kontainer atau yang gawat-gawat gitulah, ya kami diungsikan deh . ,” penjelasan Idih Komang, Ketua RT setempat .
“Anak saya itu,  sebelumnya udah panggil 6 ahli fengshui . Jadi masing-masing dari mereka udah pada datang, pertama ke tanah rumah lama ini, lalu yang kedua di tanah yang udah saya beliin sebenarnya tuh untuk dia, di Jalan Kalong . Nah semuanya pada bilang sama saya kalo di rumah lama ini dilewatin garis khatulistuye…Lah saya bingung, setahu saya, namanya khatulistiwa….Jadi pada intinya, garis khatulistuye itu garis keberuntungan, kemapanan.Kalo di jalan Kalong tuh, gawat….Ga bagus gitulah…So, seperti inilah sebab musabab, kenapa akhirnya si Bibit memilih tetap di sini, di tanah yang sudah ditempatinya sejak umur 5 bulan,” penjelasan panjang agak melebar dari Pak Bingkis Antoni, pengusaha yang bergerak di bidang mebel, perfilman hingga masih menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Suami-suami Yang Istrinya Suka Arisan ( KEPERSUSISUSAN ).
Meski begitu, lagi-lagi, Ultran Red Archi  kembali hadir untuk melakukan tugasnya, yaitu MENGKRITIK .
“Apa yang salah??…Ibaratnya, kami ini punya banyak detektif, yang bertugas 3M, Mencari, Mendokumetasi hingga Mentelaah karya-karya arsitektur yang belum, lagi hingga selesai dibangun.Jadi anda-anda yang berprofesi sebagai arsitek, ya harus siap mental lah kalo ketemu atau dikritik kami.Tujuan kami kan sebenarnya bukan ngajak berantem, tapi ya itu tadi, supaya bangunan-bangunan lu-lu pada, diterima baik lewat kacamata arsitek-arsitek, tak hanya lokal atau interlokal saja, bahkan bisa outerlokal,” penjelasan Mimi Mimisan, sekretaris Ultran Red Archi ( kelompok ini diklaim sudah berdiri sejak tahun 2012. )
Dan kritikan kali ini, memang berpusat pada eksodus tersebut .
“Bangunannya si ok…Baik dari cara pembangunan yaitu pake blok-blok kontainer supaya cepat . Lalu dari segi design, ya kami kasih point 7 setengah lah. Cuma ya itu tadi, yang kami ga sukanya, terkait eksodus penghuni-penghuni rumah itu…Bisa mendatangkan kecemburuan sosial,khususnya bagi penduduk-penduduk di  blok-blok yang ga ikut kena eksodus.Padahal mereka kan terganggu juga dari segi suara saat tahap konstruksi hingga finishing . Seharusnya Pak Bingkis melihat itu….,” tambah Mimi Mimisan di suatu kesempatan .
Mendengar itu, Pak Bingkis langsung berkomentar :
 “Ya saya mau habis uang berapa lagi?Tujuh blok dipindahin juga?Lah yang ujung, keganggu,keganggu apaan?Paling-paling, saya ajak makan-makan aja deh gimana?Atau saya kasih kupon makan gratis di salah satu restoran cepat saji?!!,” ujarnya dengan nada agak meninggi ( ya sekitar 7 cm lah dari biasanya…) .
Tapi belakangan Pak Bingkis setuju meneksodus 2 blok lagi, dengan masa menginap di hotel bintang 3 “hanya” 1 minggu saja.Lalu 5 blok lainnya yang ( memang ) letaknya agak jauh dari proyek rumah anaknya, diberi kupon gratis selama 3 hari penuh di salah satu restoran cepat saji milik teman pria ( nya ) .
Tapi lagi-lagi, kritikan datang kembali.Kali ini dari PERIHPASAR ( Persatuan Ibu-Ibu yang Habis ke PASAR ) .
“Kami-kami ini udah belanja di pasar.Tiba-tiba datang kupon makan gratis . Ya kami jadi bingung, mau dikemanain belanjaan kami ini kalo ga dipake ?!!…Seharusnya ada sosialisasi dulu dong sebelum kami belanja,” keluh Mpok Ayong, wakil PERIHPASAR .
“Waduh…Ga abis-abis ini…..Aku tak pergi dulu, mule nang Suroboyo,” tanggapan Pak Bingkis sambil terburu-buru masuk ke mobilnya.”Wes-wes…Nanti yo…..Nanti”
  
T-Bikey House
Reynold Baker, pria tulen berdarah Prancis,Inggris,Jerman,Suriname,Tegal-Pekalongan ( ini jurusan bus ?  ) dikenal sebagai arsitek yang unik . Karya-karyanya selalu nyeleneh, seperti Rumah Burung, Gogila ( rumah bagi penggemar monster ), K-Rang House ( ownernya penggemar koleksi kerang ) atau U-tan ( pemiliknya punya banyak orang utan ) .
Dan kali ini, dia menghadirkan T-Bikey House untuk Keluarga Bang Sosmed Twitt , yang memang dikenal sebagai keluarga penggemar olahraga Gowes ( sepeda ) .
“Mereka tetap bisa bersepeda ria di rumah, karena saya menghadirkan track bike ( lintasan sepeda ) . Tidak ada tangga, yang ada hanya ramp ( lintasan miring untuk naik atau turun ) yang mengelilingi seisi ruangan di dalamnya.Sebagai sarana penunjang, saya juga menempatkan beberapa rambu lalu-lintas, seperti awas tikungan tajam, awas turunan curam, lalulintas satu arah,dilarang klakson hingga awas tegangan tinggi . Selain itu, di setiap lantai terdapat pula stasiun pengisian angin ban, rest area hingga layanan servis sepeda di lantai 2 .
( Hahahaha….Woahahahaha….haha….hahahaha… kikikikik…kik).Ir Eng Ing Eng tertawa lebar-lebar ( ya ga lebar-lebar banget lah…) melihat design Reynold tersebut
“Dia itu mantan anak buah saya….Dulunya dia sepaham,segaris,selengkung sama saya.Tapi dalam beberapa tahun ini, ya dia berubah gitulah.Kan keliatan nih dari karyanya yang lucu-lucu.Lebih lucu lagi kali ini.Apa dikasih nama samanya?,” tanya Ir Eng kepada seorang wartawan yang kebetulan hinggap di kantornya.
“T-Bikey House…. !,”jawab Bebe k ( nama si wartawan tersebut )
“Ya…Ya… kamu kan bisa jawab sendiri lah…Dulu-dulu waktu kecil, kamu main sepeda di rumah, dilarang ga?Disuruh main di luar ga?…
“O iya dong…Ga boleh cama mama papa main di dalam…”
“La ya itu….Ini kok dibalik sama si Reynold ..Ini yang bikin saya heran, kok dia jadi begini sekarang???..”
“Belum lagi, jalur jalan sepedanya itu satu arah lho..Lah kalo satu ada yang naik, satu ada yang turun??Solusinya gimana?Ga sekedar salah satu mundur lho…Itu ga menyelesaikan persoalan !!!,”tambah Ir Eng Ing lagi .  “Tahu nggak ?? !!,” ,sambil menggebrak gebrak meja. . “Tahu nggak, anda ini?Hoi…Denger ga apa yang saya katakan barusan?!!!”
“Lah salah saya apa, Bang ?,” ngadu si wartawan kepada Bapak Sosmed Twitt, di keesokan harinya . “Kok jadi saya yang dibentak-bentak??””
Reynold Baker sendiri, yang dihubungi secara terpisah, menyesalkan aksi kemarahan yang ditunjukkan oleh Ir Eng .
“Ya seharusnya ini antara kita berdua.Si Bebe k itu kan hanya menjalankan tugasnya, yaitu meliput berita.Lagipula, si Pak Sosmed bersama keluarga, merasa nyaman kok di rumah barunya itu.Masalah kalo ketemuan di satu titik, ya seberapa sering sih, saya tanya.Wong di rumahnya aja, belakangan ini kadang cuma berdua.Dia sama istrinya… ,”tambah Reynold lagi .
MPH-12 F1
“Saudara Mpek Monyong ingin rumahnya itu benar-benar dites di terowongan angin milik markas scuderia Ferrari di Italia . Dan tentu saja, atas nama profesional kerja, saya sebagai arsiteknya, mau menuruti kemauannya itu….”
Ir Entin Entinan
“Lah tapi kata teman akrabnya, ya saya ga perlu sebut nama lah…Mungkin kalian-kalian udah pada tau…Si Entin diliatnya pake kipas angin pas ngetes tuh rumah…Minjem lagi kipas anginnye…Jadi dia bikin tuh rumah pake maket skala gitu, trus disembur pake tuh kipas..Entah diiiat apanya, saya juga bingung….”
Mimi Mimisan, sekretaris Ultran Red Archi
“Dari kecil, dia itu memang suka balapan.Mulai dari balap lari, balap karung, balap liar, balap sepeda, balap-balapan ama temen-temennye, balap makan pisang, balap makan kerupuk, balap becak, balapan motor,balapan mobil sampe balapan dapetin pacar. Jadi ya namanya hobi, saya sebagai seorang ayah, ga bisa terlalu ngelarang ya…Dan itu kebawa-bawa trus samanya sampe ke design rumah impiannya itu…Meski supercar impiannya belum kesampean sampe sekarang, tapi setidaknya, rumah itu udah mewakili lah, gitu ibaratnya….”
Babe Ndut , Babenye si Mpek Monyong .
“Mulai dari pegangan setiap pintu  yang pake stang racing moge, lalu aroma dalam rumahnya yang sengaja dibikin bau karet ban, kemudian suara knalpot hingga komentator balapan yang menggema secara bergantian di setiap penjuru ruangan, trus ada lagi jejak-jejak ban mobil yang membekas mulai dari keramik lantai ruang tamu terus mengarah ke kiri ke arah dapur dan ngebelok secara tajam ke arah kamar tidur utama.  Dan tak cukup itu saja.Kabarnya lagi, setiap tamu yang datang, WAJIB mengenakan terlebih dahulu kostum balap plus helm racing  . Jadi sekarang saya berani dan bisa berpendapat kalo arsitek-arsitek muda saat ini terlalu lemah dan gampang dipengaruhi  owner . Ga berani menentang..Yang seharusnya berada di jalan benar, tapi mudah dibelokin gitu loh ibaratnya..Lalu kenapa si owner pake jasa arsitek segala kalo sendirinya yang mengontrol sepenuhnya..Trus bagaimana kalo nenek nya yang sudah renta hendak datang ke rumah si Mpek tuh?Apa dia harus pake kostum dan helm balap juga?”
Mimi Mimisan, sekretaris Ultran Red Archi
“Perlu saya luruskan dalam posisi sebagai owner, bahwa saya dan istri bersama papa mama akong emak engkim acio engku ii tante, tidak pernah mengekang saudara Entin dalam merancang rumah saya ini. Sedari awal sudah saya katakan kepadanya, bahwa dasar penciptaan rumah, tidak boleh lari dari supercar.Apalagi yang berbau Ferrari . Itu semacam pondasi yang saya berikan kepada si arsitek . Selanjutnya, terserah dia bagaimana mengolah itu semua . Butuh waktu, kalo ga salah seminggu ya, saudara Entin menyerahkan proposal designnya yang pertama . Dan saya puas.It’s amazing . Jadi tinggal poles sana sini . Nah dalam proses memoles inilah, saya ceritakan lagi kemauan-kemauan saya, semisal aroma bau ban, jadi bukan bau badan ya, yang harus memenuhi seisi ruangan di dalamnya, terkecuali wc.Karena percuma, biasanya yang saya tau, bau ban pasti kalah sama bau WC. Trus harus ada jejak ban, suara mesin V12 yang meraung-raung, atau suara desitan mobil yang sedang ngedrift, peletakan bendera finish di 2 titik ruangan, kursi meja tamu yang terbuat dari ban tubeless…That’s all.Nah selanjutnya tugas arsitek untuk mewujudkan itu semua secara tepat, cermat di rumah impian saya ini .  Intinya, saya kasih dia cukup kebebasan lah…Tidak terlalu mengekang…Hasilnya, ya seperti yang sudah anda lihat ini …
Mpek Monyong, owner  MPH-12 F1
“Soal nenek gimana?
Pa Ul, wartawan lepas dari surat kabar “Burung”
“Ya saya kan ga pernah maksa nenek harus pake helm pas masuk rumah.Saya Cuma bilang, sebaiknya.Lah kalo mau, syukur, kalo ga mau, ya ga apa-apa.Hanya saja, kan jadi aneh kalo kakek mau pake, tapi nenek nggak.Ntar dilihat orang, gimana gitu….”
Mpek Monyong, owner  MPH-12 F1
“Saya ga percaya itu…Jelas-jelas tuh nenek juga distir samanye . Ga Cuma si arsiteknye aje…..”
Mimi Mimisan, sekretaris Ultran Red Archi
Tiba-tiba, sepasang sepatu kets merk ‘Jelly Pip’ no 42, dilempar secara sengaja tepat ke dahi Mimi . “Itu neneknya !! Anda ini sudah kelewatan !!,” teriak seseorang, yang belakangan diketahui sebagai Ben Tji ( tak lain dan tak bukan, arsitek dari rumah S to XL House, yang pada beberapa bulan lalu mendirikan organisasi tandingan dari Ultran Red Archi, diberi nama Great White Horse Archis ) . “ Kritikan-kritikan anda tuh seperti kripik !!..”
“Ya berarti bagus dong kalo seperti kripik.Enak dimakan, kritikan saya……Enak diterima !!…..,” balas Mimi sambil terus memegang dahinya yang mulai agak menghijau .
Keributan disertai aksi lempar-lemparan berskala kecil pun tak dapat dihindarkan lagi, antara kedua pendukung, yang secara kebetulan hadir di konferensi pers tersebut .
“Kecil lah…Ga gede-gede amat…Yang dilempar-lempar juga kecil-kecil . Mulai dari kacang-kacangan, buah-buahan seperti duku, salak, permen-permen sugar free, kelereng, aneka macam gorengan seperti bakwan, tahu isi, pisang goreng, tempe . Jadi yang kena lempar, ya luka kecil-kecilan juga.Semuanya kecil-kecil…”
Pa Ul, wartawan lepas dari surat kabar “Burung”
Keributan pun reda 3 jam kemudian dan berakhir dengan gencatan omongan, gencatan lemparan, gencatan makian yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak dalam waktu 1 x 24 jam .
Ru Nas
Awalnya, Pak Emprit Toing dikenal sebagai penjual nasi goreng keliling . Menu andalannya, yakni nasi goreng pedas ( level 1 ), nasi goreng pedass ( level 2 ), nasi goreng pedassss ( level 4 ) hingga nasi goreng pedasssssszz ( level 8, pake cabe mercon 8 butir pula ) . Dan setelah lelah berkeliling selama hampir 7 tahun, kemudian dirasakan olehnya, sudah memiliki banyak pelanggan, Emprit pun memberi tugas kepada seorang arsitek transgender bernama Fernando ( Pukul 07.00 sampai pukul 17.00 ) / Fernanti ( Pukul 17.00 sampe pukul 07.00 ) untuk merancang rumah yang sekaligus berfungsi pula sebagai tempat usaha .
“Jadi pada mulanya, dia mau pada lantai bawah atau lantai dasar, difungsikan untuk tempat jualan nasi goreng . Gerobak disimpan di sana kalo udah tutup . Nah, berhubung mertuanya ingin tinggal di sana pula, mendadak design berubah tuh di detik-detik terakhir . Jadinya, dia bakal simpan gerobak kesayangannya itu, di lantai 2 . “
“ Gerobak udah ikut dia selama 10 tahun . Yang sisa 3 tahun, ga tau buat dagang apaan.Tapi yang pasti, hubungan Emprit sama tuh gerobak, jauh lebih lama, ketimbang sama istri . Gosipnya sih, mertuanya udah curiga nih . Makanya dia juga mau ikut tinggal di sana sama si Emprit ..Sekaligus mantau putrinya, begitu,” lanjut Fernando/ti .
Pembangunan rumah yang diberi nama Ru Nas, memakan waktu hampir nyaris 2 tahun .
“Mertuanya tuh cerewet . Setiap ke sana, saya selalu diawasi, dimonitoring, dikupingin,  kemana saya melangkah . Pas ke WC pun, saya ditungguin . Di sana juga sudah terjadi 3 kali pergantian mandor plus tukang, dikarenakan faktor itu tadi.Ce…Re…Wet . ..”
“Untuk kemudahan akses gerobak Pak Emprit dari lantai 2 ke lantai dasar,, terpaksa saya menggunakan ramp atau lintasan miring tak berundak . Plus saya lah yang memberi masukan untuk Pak Emprit, agar tuh gerobak dipasang rem cakram di kedua rodanya, untuk kemudahan pengereman, terlebih saat hujan turun membasahi lintasan tersebut , “ tambah Fernando/Ti lagi .
“Lho memang apa salahnya kalo mertuanya itu cerewet?Kan bagus tuh, itung-itung ngebantu menantunya . Apalagi denger-denger, si Fernanti, atau Fernando, whatever lah, tuh kalo ke wc, lama . Entahlah ngapain?Ngedandan mungkin?Ya saya kalo jadi mertuanya, khawatir juga lah kalo berlamaan di WC…Tuh tukang-tukang kerja jadi ga diawasin dong…” kritik Ir Eng Ing Eng, pemimpin Ultran Red Archi .
“Trus kalo udah tua, bahaya itu kalo si Emprit dorong-dorong gerobak, naik turun lantai, apalagi kan pake ramp….Kalo dia  bersikeras mau seperti itu, ya saran saya, jadiin tuh gerobak, R/C . Pasang atau pake remote control, nyetirnya….,” tambah Ir Eng lagi .
  
Tes.AH
Seperti sudah diduga sebelumnya, hak siaran langsung pengiriman perdana rumah mobil bertenaga elektrik terbesar di dunia, dipegang stasiun Mimiek Tipi ( MMTpi )
“ Tentu kami gembira.Hal kayak gini ga usah ditanya-tanya lagi deh.Ga berbobot !,” tegas Ucing, Direktur Stasiun TV berbayar tersebut .
“Semua udah siap . Jadi tinggal pihak sana aja, apa benar jadi dikirim itu ke tanah Toyib Perkasa ?,” tambahnya lagi .
Seperti diketahui, Toyib Perkasa, pengusaha kaya yang bergerak di bidang ketiduran ( menjual berbagai aksesoris atau perangkat untuk tidur atau tidur-tiduran ) telah menjadi orang pertama di dunia yang membeli Tes.AH, rumah 2 setengah lantai berpenggerak 12 roda ( 12WD ) yang ditenagai 200 kwh Batere lithium ion .
Tes.AH sendiri dirancang sepenuh hati ( ya masak setengah hati ?? ) oleh arsitek eksentrik bernama Ir Eriksen Strik . Pembuatannya sendiri memakan waktu nyaris 5 tahun dengan total biaya produksi mencapai 20 milyar . Harga on the road yang dilepas ke pasaran sendiri, sejauh ini masih misteri . Kedua pihak yakni pembeli dan penjual terkesan rahasia soal yang ini.Tapi dari gosip yang beredar, harga 1 unit rumah mobil Tes.AH mencapai 25 milyar . Harga segitu, udah termasuk pembangunan stasiun powerbank di tanah yang akan ditempati rumah mobil tersebut, kabel pengisian charger sepanjang 50 meter ( lebih 1 meter dikenai ongkos Rp 200.000 per meter ),sebuah batere cadangan, 2 orang teknisi ( biaya hidup ditanggung sepenuhnya oleh pemilik ),gratis biaya service 3 tahun hingga gratis cuci mobil setahun .
Proses pembiayaannya sendiri, sebagian besar langsung dibayar cash oleh Toyib, lalu sisanya melalui proses tukar guling .
“Sisa pembayaran, benar-benar ditukar dengan 1000 guling . Dan itu disepakati langsung, tanpa berat hati oleh kedua belah pihak …”,penjelasan Umi Umian, sekretaris pribadi Toyib .
Dan akhirnya, tepat pada hari Selasa Wage, detik ke -71, Rumah mobil Tes.Ah bertolak dari Jalan Kebelet 1, Kabupaten Pesing, menuju Jalan BAB 3 no 23 . Jarak yang ditempuh, 4.7 km, dengan kecepatan rata-rata 5 km/jam.Disopiri oleh Ahmad Subakti, didampingi co-driver Iyong Suparni, Permini Sukarni ( teknisi ), Ani Suwarni ( pramugari 1 ), Sulastri Iyem ( pramugari 2 ) . Arsitek Eriksen Strik sendiri ikut dalam perjalanan tersebut .
Meski dikawal oleh polisi lalu-lintas, bukan berarti hambatan tak datang menerjang .
Seperti yang terjadi di Jalan raya Bau ih, dimana di sana telah menunggu dengan setia, ratusan demonstran ( dinaungi oleh Ultran Red Archi ) .
“Rumah segede itu ( lebar 4 meter ) mau dipakai untuk anter anaknya sekolah. Keterlaluan…!!,”komentar seorang diantaranya .
“Apalagi mereka mendapat kabar kalo rumah mobil itu juga akan dipakai oleh istri Bang Toyib untuk belanja ke pasar…,” ujar Kasatlantas AKBP Tingting Efendi . “ Jadi kami himbau, jangan terprovokasi oleh hal-hal yang belum tentu kebenarannya . …”
“Dilihat dari shio, tanggal lahir, bentuk wajah, rasanya ga mungkin kalo dia bakal membawa mobil itu keluar-keluar lagi.Ga tau ya kalo keadaan darurat .Terlebih ini kan disiarkan langsung, ya saya masih yakin, cuma sekali-sekali ini aja tuh mobil jalan-jalan,” tambah Go Mbal Ming, psikolog kelas berat versi WBO  . “Kalo ga,ngapain si Pak Toyib bisa dapat siaran spesial seperti ini…”
Dan tepat pada pukul 12.32, rumah mobil Tes.Ah tiba di lokasi . Nampak ribuan massa sudah menyemut di sana .Tak hanya itu saja.Berbagai atraksi acara turut serta memeriahkan prosesi tersebut.Seperti dangdutan, kuda lumping, debus, mini circus, sulap, game kim, karaoke-an hingga  wayang semalam suntuk.Dan untuk yang ga bisa nahan lapar, di sana juga tersedia beberapa stand-stand makanan minuman fast food.
“ Oh, supirnya, memang sudah pengalaman . Dengan mudahnya, dia memundurkan mobil tersebut, tepat ke stasiun pengisian batere yang berada di bagian paling belakang dari tanah tersebut . Jadi click banget lah.Kan sekalian ngecas . Ya meski saya yakin, dia pake bantuan rear video atau video untuk mundur, biar bagaimana pun, nyetir mobil sebesar itu, butuh keahlian khusus.Ga bisa sembarang orang . Saran saya, kalo nanti Pak Toyib bersama keluarga, mau pindahin tuh rumah, ya panggil lah sopir itu lagi…,” penjelasan Kasatlantas AKBP Tingting Efendi saat ditanya seputar proses pemarkiran Rumah Tes.Ah .
  
Two Faces
“Keberadaan air terjun setinggi 12 meter yang berada di tengah lahan bangunan, adalah untuk menetralisir 2 keinginan yang berbeda.Jadi dalam suatu keluarga, adalah lazim apabila si Bapak ibu mau ini, si anak-anaknya maunya beda lagi.Nah, buat saya sebagai arsitek, ga ada salahnya juga jika 2 keinginan berbeda itu, bisa diiwujudkan, ditumpahkan dalam satu wadah, yakni dalam hal ini adalah rumah impian mereka, Keluarga Somie Soleha.,” penjelasan Ir Nang Ning Gung, arsitek lulusan Universitas Sedap Malam 77 .
Two Faces, nama rumah tersebut, selesai dibangun pada November tahun lalu . Menghabiskan budget hampir 2 miliar . Mungkin bagi beberapa orang, harga segitu terdengar sangat mahal .
“Tapi mereka harus menengok lah ke sana.Jadi itu rumah, terdiri dari 2 wajah yang berbeda.Ini kita llhat dari depan ya.Di sisi kiri, itu mengikuti keinginan anak-anaknya si Somie.Yakni bergaya modern minimalis.Di lantai paling atas,  ada kolam renang dengan dinding kaca di bagian depannya.Jadi kalo ada yang naksir berat sama Susie, anak perempuan si Somie, bisa nunggu sambil duduk di trotoar seberang tuh.Sebab kalo sore suka berenang pake bikini.Ya doain aja smoga tuh kolam renang bersih tiap hari.Kalo butek atau agak kuning ( tercemar nih ? ), ya kurang keliatan . Lalu di sisi kanan, mengikuti keinginan si Somie sama istrinye tuh, namanya siapa ye?….Gue lupa….Oh Bunda Musashi . Jadi bernuansa tarzan . Berdinding kayu, trus ada 3 batang pohon besar yang sengaja ga dipotong semua.Bahkan salah satunya, masih ada ranting dedaunnya . Kemudian ada tanaman-tanaman liar yang merambat ke sana kemari . Dan lebih heboh lagi, kedua insan yang sudah kawin lebih dari 30 tahun itu, ingin hidup tanpa lampu, tanpa listrik, tanpa air.Pakaian mereka pun banyak terbuat dari dedaunan . Jadi benar-benar tarzan lah mereka ini . Ga heran, kalo kata tetangga, si Somie sering bau tengik “
Dan sebagai penghubung dua wajah yang berbeda, dibuatlah oleh si arsitek, 2 jembatan lipat berstruktur pelat baja dengan railingnya yang sengaja dibuat dari unsur kayu .
“Karena Kayu dan baja adalah 2 unsur yang bisa mewakili keduanya..,”tambah Ir Nang lagi .
( Tertawa tertiwi-tiwi ) “Macam-macam aja si Nang ini . Dalam hal merancang bangunan, Itulah jadinya kalo sebagian besar sudah dikuasai owner . Seharusnya dia bisa mencegah keinginan Pak Somie sama istri . Jadi mereka ga perlu berubah menjadi tarzan banget gitu loh.Masih ada cara lain yang bisa melukiskan kehidupan liar seperti tokoh fiksi itu . Kan kasihan juga jadinya mereka , di mata tetangga atau terlebih lagi keluarga besarnya . Padahal beliau itu, si Somie, pengusaha krupuk yang cukup sukses . Bahkan saya yakin, jika dia mau seperti tarzan, mamanya sendiri pasti ga mau . Tarzan aja terakhir saya denger udah senang hidup di kota.Ini kok malah dibalik….Si Nang, apalagi anak-anak si Somie tuh, ga boleh diam-diam aja . ,” kritik Ir Tereng Tereng ( bendahara Ultran Red Archi )
“Ya bagaimana melarang mereka?Ntar saya ga dibayar lagi komisinya….,” balas Ir Nang .
“Lah anak-anaknya aja  ga bisa yakinin bokap nyokapnya tuh untuk kembali ke habitat awal..Apalagi saya, mas…”
Amazon-Ra
Tak lama setelah Two Faces, dunia arsitektur Indonesia kembali dikejutkan dengan kehadiran karya Ir Nang Ning Gung berikutnya yang diberi nama Amazon-Ra .
“Semua rekan yang hadir, tercengang . Apalagi rumah ini berada di kompleks perumahan Real Estate pada umumnya, yang menempel satu sama lain, dengan luas lahan terbatas . Tapi di tangan Mas Nang, tak ada yang mustahil.Termasuk menghadirkan suasana hutan amazon , lengkap satwa-satwa liar plus sebuah jembatan observasi,tepat di bagian tengah rumah tersebut. Jadi, woow..woow lah,” komentar Ben Tji, pemimpin Great White Horse Archis ( hadir sebagai pembela karya-karya arsitek Indonesia ) .
“Kebetulan yang punya ini, saudara iparnya Pak Somie, si tarzan kota masa kini . Nah saudaranya ini, Jamie, bagi saya, ya ga jauh-jauh amat lah samanya.Sealiran dan suka yang unik-unik . Jadi beliau ingin di rumahnya itu, ada hutan tropis . Pepohonan liar yang lebat, sungai yang mengalir deras, aneka macam satwa liar yang berkeliaran ke sana kemari, dan tak lupa sebuah jembatan observasi . Kemudian supaya memberi kesan tersembunyi, Jamie pun ingin hutan itu berada cukup jauh di bawah . Alias harus dikeruk lah . Jadi tanah itu dikeruk sampe kurang lebih 4 meter dari titik 0.00 atau dari lantai yang hampir sejajar jalan . Dan untuk mencapai ke sana, Jamie pun ingin dibuat lift . Total ada 2 lift, saya hadirkan di rumah Amazon-Ra ini,” penjelasan Ir Nang Ning Gung, yang juga dikabarkan telah menjadi anggota Great White Horse Archis .
Sementara itu, dari markas Ultran Red Archis, yang terletak di Jalan Hacing Hacing no 3, sesaat lagi akan muncul kegaduhan….
Kita hitung mulai dari : 1…………….2……….Ti………….Ga..
“Apa !! Kok ga ada yang tau tentang ini ? !!Ga ada yang kabarin saya !!,” omel Ir Eng Ing Eng, sang pemimpin yang dikenal otoriter, galak, sensi abis .
“Intel kita masih lemah…Kita kecolongan….Panggil LSM Lingkungan hidup !! Panggil LSM penyayang binatang . Hari ini juga, kita ke sana !! Ayo !!!Ayo!!,” teriaknya dengan lantang di hadapan kira-kira puluhan….Oh satuan lah anak buahnya .
Dan benar aja . Tak lama, diketahui beberapa orang telah berunjukrasa di depan rumah Amazon-Ra . Nampak pula puluhan petugas keamanan  berjaga-jaga di sekitar lokasi . Termasuk sebuah panser turut dihadirkan, demi menghindari kemungkinan terjadinya aksi anarkis yang dibekingi kelompok Ultran Red Archi .
“Owner saya tuh udah dapet ijin dari Departemen Lingkungan.Lagipula di daerah sini tuh ga ada yang pake air tanah.Semuanya pake air bersih dari pusat . Ya kan ga apa-apa kalo dikeruk . Lagipula pondasi penahannya kuat kok . Pake beton keliling dengan tebal 15 cm . Besinya pun double atau rangkap dua . Terus terkait binatang-binatang yang ada di hutan Amazon-Ra, ya si Jamie,owner saya , siap buktiin kalo semua tuh ada ijin peliharaannya . Khusus yang besar-besar ya, semisal buaya muara, ular . Lah kalo semut Nigeria, nyamuk Guangzhao, lalat Vietnam, kecoa Irlandia Utara, gimana ijinnya pak…Jumlahnya aja udah ribuan di dalam sana . ,” bela Ir Nang Ning Gung menanggapi aksi protes tersebut .
Beruntung aksi yang sempat memanas sekitar pukul 12.00 siang tadi ( memang manas, di langit tak ada awan sama sekali . Jadi terik banget lah . Yang unjuk rasa juga pada ga bawa payung . Jadi manas lah ), berakhir damai . Kedua pihak yang sempat berselisih, , telah menandatangani kesepakatan damai di hadapan AKBP Sudirman Opang, dengan masa berlaku 7 x 24 jam, dengan rentang jarak maksimal tak boleh kurang dari 3 km .
  
Cili-MUNG
Keinginan Pak Teguh Kukulapisbaja untuk tidak melupakan kenangan saat dia bersama ortunya tinggal di pinggiran sungai, sedikit terobati berkat kelihaian arsitek Mei Mung .
“Tiga puluh tahun lamanya dia tinggal di pinggir  Ciliwung . Sejak dia umur 3 tahun kalo ga salah . Jadi ada beberapa kenangan yang sulit dilupakan saat tinggal di sana . Seperti mendengar suara aliran sungai yang deras, lalu mandi mck cuci baju atau mancing ikan . Nah, karena sekarang dia udah pindah ke tengah kota, supaya keinget-inget terus sama kenangan lama nan indah tuh , saya hadirkanlah di rumah impiannya ini, aliran sungai yang mengalir di setiap lantai . Siklusnya pun saya bikin berputar-putar . Jadi dari lantai 1, air dipompa dengan tekanan tinggi, langsung menuju ke lantai 3 . Dari lantai 3 , air mengallr deras untuk kemudian terjun ke lantai 2.Dan dari lantai 2, air mengalir lagi ke sisi kanan, lalu terjun lagi, untuk kembali ke lantai 1 . Begitu proses siklus tersebut . Tak lupa pula, di setiap jalur aliran sungai buatan itu, saya tempatkan beberapa batu  sungai asli ( siapa yang bilang palsu ? !! ) lengkap dengan lumut-lumutnya, mencemplungkan beberapa ekor ikan teri kecil, beberapa kecebong hingga 6 ekor lintah,” penjelasan arsitek Mei Mung saat menghadiri open house rumah Cili-Mung . Atas permintaan Pak Teguh, nama rumahnya yang tadi sempat diberi nama Cili-Wung, diganti dengan Cili-Mung,untuk memberi penghormatan terakhir kepada sang arsitek, yang dinilainya telah secara luar biasa mewujudkan impiannya .
“Lah tapi saya belum meninggal??Kalo udah, bolehlah,”shock dan bingung si Mei Mung .
“Hebat !! Dia tak hanya memindahkan sungai ke dalam rumah kami, tapi juga 2 air terjun,” bahagianya Pak Teguh . “Bahkan saya sama istri kemarin mancing di lantai 3 . Jadi, gimana ya, dengan suasana seperti ini, kenangan lama yang indah itu bakal terus membekas . …BoNyok ( Bokap Nyokap ) juga sangat puas dengan rumah kami ini . “
Belakangan, istri Pak Teguh, Susi, membantah kalo dia ada mancing di lantai 3 .
“Tak ada itu !! Belum diajak samanya !!Kan kita ini baru pindahan.Masak udah mancing .Kalo iya, sama siapa tuh ??,” tanya Susi saat diwawancarai oleh Mimi Mimisan, sekretaris Ultran Red Archi .
“Mungkin sama Iyem ga??, balas Mimi .
Keesokan harinya, bentrokan kembali terjadi antara kelompok Ultran Red Archi dengan Great White House Archis . Kali ini terjadi tepat di depan rumah Cili-Mung .
“Kabarnya sih, ini dipicu oleh kecemburuan tingkat tinggi yang dialami Susi . Nah, sebaliknya Pak Teguh udah membantah dengan keras, kalo dia ada mancing sama Iyem di lantai 3 . Dan dia pun langsung mengadu ke Ben Tji, selalu pemimpin Great White Horse, sekaligus menuduh kelompok Ultran, melalui Mimi Mimisan, telah mengompori Susi, istrinya, dengan isu-isu yang tak sesuai fakta . …,”penjelasan AKBP Sudirman Opang,
“Jadi ketemulah 2 kelompok ini, dan sempat terjadi lempar-lemparan benda-benda lunak seperti kulit pisang, kulit jeruk, kulit salak, spidol, serutan pensil, botol plastik kosong, penggaris, pensil 2b, penggaris busur, gulungan kertas gambar ukuran A1.Beruntung kami lekas datang dan korban belum ada yang berjatuhan…Jadi sekalilagi kami himbau, jangan gampang terpancing emosi…Kalian udah dewasa . Jangan mudah dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab…”
  
38 A . KoraKora
“ Awalnya, saya ditugasin Pak RT untuk kasih fotokopi dilegalisir. Untuk minta tandatangannya  Pak Aus tuh . Nah saya ga tau gimana bentuk rumahnya, ya pergi, pergi aja ke sana, pake rok span . Pas nyampe,trus lihat, walah kagetlah, mas.Terpaksa balik lagi, ganti dengan celana, karena saya tau itu bakal susah banget masuk ke dalam sana . “
Susi Kemiridesa, Sekretaris sekaligus pacar Ketua RT Ojoklali
“Saya suka bertamu ke rumah Pak Aus tuh, pas minggu atau hari libur.Sekalian olahraga juga lah.Dia biasanya udah ada di belakang tuh . Jadi untuk ketemu samanya aja, sebuah pengorbanan . Tapi sangat menyehatkan . Cocok banget bagi yang mau kurusin badan . Coba aja kalo you ga percaya…
Entonk, bendahara pribadi Ketua RT Ojoklali
Rumahnya itu termasuk top target kami . Masih baru, fresh sekaligus penuh tantangan . Jadi kami masuk ke sana,kalo ga salah sebulan yang lalu . Udah ngelewatin beberapa stage . Nah di stage ke enam, yang mau menuju ke ruang dapur, kami gagal . Pada kecebur . Cuma si Emprit, anggota saya, lumayan lihailah . Dia bisa sampe ke stage 7, spider wall, dimana dia harus merayap-rayap untuk menuju ke kamar tidur utama, tempat Pak Aus sama istri bobo . Cuma ya itu tadi, dia akhirnya kecebur juga.Nah, Pak Aus kan bangun tuh denger suara ada yang kecebur . Dia sempat beri semangat ke Emprit, supaya dicoba sekalilagi . Tapi ya, memang nasib . Kecebur lagi . Dan Timingnya pun pas sekali dengan kedatangan polisi  . Jadi sampai disitulah akhir perjalanan kami . “
Gombrong, Maling Spesialis Rumah
“Luarannya biasa, tapi dalemannya yang ga biasa . “
Drs . Takdir Segitu, Ketua RT Ojoklali
“Sampai saat ini, saya pribadi belum mengerti akan maksud dan tujuan Pak Aus beserta Tommy, arsiteknya, untuk membuat rumah semacam itu . Coba tolong beri saya,alasan yang masuk akal . Pleaseeee……..”
Eng Ing Eng, Pemimpin Ultran Red Archi
“Yang pertama. Itu rumahnya.Duit, pake duit dia.Terserah dia mau bikin seperti apa.PBB ( Pajak Bumi dan Bangunan ) , dia rutin bayar . Trus kalo ada pertemuan warga dengan RT, dia, Pak Aus tuh selalu datang . Ini saya dapat informasi dari Pak Takdir langsung ya . Trus kedua . Ya kan bagus buat kesehatan.Jadi setiap tamu atau saudara yang datang, sekalian olahraga kalo mau ke rumahnya itu.Saya aja udah cobain, udah 4 kali lah dalam sebulan ini.Berat badan saya, langsung turun 4 ons . Kan lumayan tuh .
Ben Tji, Pemimpin Great White Horse Archi
Tentu sebagai pembaca, anda penasaran, bagaimana sebenarnya cara untuk bertamu ke rumah Pak Aus Kuning . Nah simak penjelasan singkat dari Entonk, bendahara pribadi Ketua RT Ojoklali, berikut ini :
“Rumahnya itu diberi nama KoraKora . No 38 A . Untuk masuk ke sana, pertama,ambil peta denah rumah yang sudah tersedia gratis . Letaknya ada di samping box surat . Dan  sebelum membuka pintu pagar , anda harus terlebih dahulu memindai mata, bibir dan hidung anda . Jika sudah dikenali, anda pun akan diminta untuk menscan e-ktp anda ke scanner yang sudah disediakan di pintu pagar . Kalo lancar, pintu akan terbuka secara otomatis . Tapi yang cepat ngelewatinnya karena pintu akan tertutup kembali dengan cukup cepat . Jadi awas kejepit juga . Sudah.Itu baru stage 0 ( nol ) alias yang sesungguhnya belum dimulai .
Stage 1 . Tebing gila . Untuk masuk ke pintu utama, anda harus memanjat dinding dahulu, langsung menuju ke lantai 2 . Jadi ada semacam papan-papan gitu yang bisa dipegang untuk menyelesaikan stage ini . Jika berhasil, anda bakal tiba di ruang tamu .   
Stage 2 . Kilik-kilik . Jadi apabila anda diundang makan sama Pak Aus, ya ikutin cara dia melewatin stage ke -2 ini . Jadi dari ruang tamu, anda harus turun sedikit lalu bergelantungan di tali seperti aksi tarzan . Berpindah dari tali 1 ke tali yang lain . Ada sekitar 35 tali kalo ga salah, yang harus dipegang . Nah, kalo lancar, sampailah anda di ruang makan .
Stage 6 . Kaki Shaolin . Jadi kalo sudah kenyang, dan anda mau pergi tidur atau sekedar kenalan sama istri Pak Aus yang kebanyakan sering berada di ruang tidur utama, anda harus ngelewatin batang-batang kayu yang tertanam di kolam tengah . Jadi batang-batang itu harus diinjak-injak . Kalo langsung lewatin kolam, ya ga bisa juga . Wong kamarnya cukup tinggi berada di lantai 2 . Batang-batang itu dipijak, lalu anda harus menerbangkan diri untuk merayap-rayap di antara 2 bidang dinding yang sengaja dibikin lengkung . Itu yang namanya, spider wall  . Stage ke 7 .
Stage 9 . Jembatan gonjang ganjing . Ini harus dilewatin apabila anda ingin bermalam di sana . Jadi lewatin jembatan yang goyangannya lebih dashyat dari goyang itik . Jadi berpeganglah kuat-kuat dan awas, jangan muntah sembarangan . Siapkan kantong plastik kalo mau ngelewatin stage-9 ini .
Ngung Ngiung Ngiung House
Setelah merancang rumah Pak Aus yang bernama KoraKora 38 A, Tommy Ndut kembali menebar sensasi dengan karya berikutnya yang diberi nama Ngung Ngiung  Ngiung House . Pemiliknya, kali ini seorang perjaka muda yang masih ngejomblo, bernama Bebi Kremes .
Meski begitu, baru 4 hari open house, kritikan tajam langsung datang dari kelompok Ultran Red Archi .
“Rumah itu bakal berhantu . Dan keberadaannya bakal meneror tetangga-tetangga yang ada di sana . Saya yakin itu !!,” kecam Ir Tereng Tereng . “Kita bisa lihat dari jalur sirkulasi yang berbelok-belok, jumlah pintu yang berlebihan, lorong –lorong rahasia, jalan buntu . Dan seperti kata ahli fengshui, Ha Ching, arwah penasaran senang dengan hal yang beginian . Jadi mereka tuh bakal penasaran, pengin coba masuk ke sini, masuk ke sana, jadi tuh pintu-pintu, lorong, bakal sering dicobain oleh mereka, karena ya itu tadi, bawaannya udah bikin penasaran . Ditambah lagi dengan banyaknya titik-titik pengap di dalam sana, alias tak ada angin sama sekali . Atau sering kita sebut cross ventilation . Efek negatifnya,  ya arwah-arwah tuh  ga jadi kebawa angin, alias bakal menetap di sana . “
“Ga percaya ? Tanya aja sama si Susi , “ sambungnya lagi .
Susi, nama lengkapnya, Susi Maryem, adalah bekas pembantu rumah tangga yang sempat bekerja di rumah Bebi tersebut . Dia diketahui hanya sempat bertahan di sana selama 67 jam .
“Ga kuat, mas . Ga jarang saya sampai tersesat di dalam rumah itu . Apalagi tuan tidak memperbolehkan penggunaan lampu penerangan, kecuali senter . Saya pernah ditinggal sendirian di sana, karena kebetulan tuan pergi belanja . Itu kalo ga salah, sekitar jam 6-7 menjelang malam lah.Nah, di sana kan banyak pintu tuh . Saya kebetulan lagi ada di dapur . Trus kedenger, ada pintu-pintu yang kebuka tutup kebuka tutup secara bergantian .  Padahal ga ada orang kecuali saya . Saya coba ngecek sebentar, keluar dari dapur, menuju ke arah ruang tidur bapak . Dan , wow, langsung kecium bau pesing . Kagetlah, siapa yang kencing di sana?Tadi ga ada bau seperti itu.Sementara pintu masuk masih terkunci rapat . iiihh..Merinding..Saya bermaksud kembali ke dapur . Tiba-tiba . Wekkk.Kecium bau kentut . Busuk .  Shock lagi saya, mas.Padahal tadi ga ada yang kentut.Tuan juga  belum kentut dari pagi.Saya udah sekali, tapi tadi siang . Waduh, tambah bingung ,sayanya, mas.Saya coba lari ke arah ruang kerja, yang letaknya bersebelahan sama kolam buaya . Kebetulan tuan memang pelihara seekor buaya muara. Dan Tereng Tereng !!Kecium bau sate !!…Padahal, ga ada yang bakar sate, atau makan sate….Seketika pikiran saya langsung mengarah ke SundelBolong . Dia suka makan sate kan . Sejak itu, saya ga mau lagi tinggal di sana . Dan kabur saat itu juga.Jadi pada kesempatan ini, saya mohon maaf ke Pak Bebi . Mengenai kunci rumah, sebenarnya ada sama saya.Kalo mau ambil, atau ketemuan, Pak Bebi kan tau nomor hp atau alamat rumah saya . Kita bisa janjian lagi seperti dulu…”, penjelasan agak panjang agak melebar dari Susi Maryem .”Saya sebenarnya kangen juga sama, Mas…….”
Sementara itu, di tempat yang berbeda, arsitek Tommy Ndut, memohon kepada semua pihak agar berpikir positif, natural, alami . Jangan mudah percaya akan hal-hal yang berbau mistis abis .
“Saya bukannya tidak pernah coba ya.Saya pernah sendirian di sana, waktu rumah itu belum ditempatin . Dan ga ada apa-apa tuh.Lampu juga ga hidup.Ga ada bau-bauan seperti yang diceritain si Susi . Jadi sekarang saya berpikir, apa Mbak Susi ada relasi sama kelompok Ultran, untuk menyampaikan hal-hal yang bisa membikin resah masyarakat , “ komentar Tommy Ndut .
“Oh saya ga kenal Susi…Susi siapa ya?….Ga kenal….Ga kenal saya,” jawab Mimi Mimisan dengan terburu-buru, saat berusaha diwawancarai oleh seorang wartawan .
“Nanti aja ya….Kapan-kapan kita ketemuan…,”lanjutnya, sambil menutup kaca jendala mobilnya . “Ok??Ok ya…”
3 PIXELS
Sebelum membahas karya arsitek berikut ini, ada baiknya kita flashback ke belakang, untuk semakin memperjelas keberadaan 2 kelompok berseteru, yang hingga detik ini masih menghiasi dunia arsitektur indonesia .
Yang pertama . ULTRAN RED ARCHI . Dibentuk pada tanggal 22 September 2012 oleh Ir Eng Ing Eng . Dideklarasikan di Rumah Makan Padang ‘SEPAHAM SEIYO SEKATE”, tanggal 1 Oktober 2012 . Semboyan ( tag lines )  yang sering digunakan : “Ga ada gue, ga bakal rame lu” .
“Bisa dibilang, seperti di dalam pemerintahan, kami hadir sebagai pihak oposisi . Keberadaan kami, jelas telah memberi warna tersendiri dalam dunia arsitektur . Agar semakin dinamis alias tidak datar lagi, tidak monoton . Itulah harapan kami . Target kami, sekalilagi, hanyalah karya-karya arsitektur yang fresh, baik yang sedang dalam proses pembangunan atau sudah open house . Dan dalam hal ini,kami sama sekali tidak memandang umur, entah dia  itu arsitek yunior, arsitek muda, arsitek senior atau arsitek veteran.Semua tidak akan lepas dari kritikan, penilaian dari anggota-anggota kami yang hingga saat ini, alhamdulilah sudah tersebar di seluruh penjuru nusantara . Tujuannya sudah jelas, kami menginginkan karya arsitektur yang tidak neko-neko, tidak nyeleneh, karya arsitektur yang memberi rasa nyaman bagi penggunanya, enak dipandang mata, tidak mengandung pornografi dan pornoaksi, tidak mengandung SARA . “
Ir Eng Ing Eng
Sementara lawannya, GREAT WHITE HORSE ARCHIS . Dibentuk pada tanggal 2 Agustus 2017 oleh Ir Ben Tji . Dideklarasikan beberapa hari kemudian di Gua Jepang, Bukittinggi ( pada malam Jumat Kliwon, lagi dingin-dinginnya di dalam, dan cuma 3 orang aja yang datang  . Mungkin 10, kalo diitung sama hantu-hantu  tentara Jepang  yang gentayangan di sana ) Semboyan ( tag lines ) yang sering digunakan : “Kami datang, kami tendang, kami bikin anda tenang “
“Organisasi ini kami dirikan sebagai wadah penenang, penyemangat sejati sekaligus pendukung bagi arsitek-arsitek, baik yang sudah terluka hatinya atau putus asa, hilang semangat akibat telah dikritik secara serampangan,menyimpang, keluar dari jalurnya, yang telah dilakukan oleh Kelompok Ultran . Dan bagi arsitek-arsitek yang baru mau mulai berkarya, kami siap menjadi backing anda . Tujuannya sudah jelas, kami tidak menginginkan adanya ketakutan, kebimbangan yang berkecamuk di dalam diri arsitek-arsitek masa kini, khususnya yang ada di Indonesia . Jadi jangan takut untuk terus berkarya  . Kami kan selalu datang menolong anda, dan menendang jauh-jauh segala hal yang bisa membahayakan dunia arsitektur kita, arsitektur Indonesia .AAAmminnnnn..”
Ir Ben Tji
Dan berikut ini, apa yang dialami oleh arsitek Gopi Chan lewat karyanya yang diberi nama 3 PIXELS, adalah bukti bagaimana 2 kelompok tersebut di atas, sepertinya masih akan terus berseteru . Entah sampai kapan . Tapi yang jelas, keberadaan mereka memang diakui telah memberi warna tersendiri . Dunia aristektur dalam negeri pun menjadi semakin menarik dibuatnya .
Seperti diketahui, Gopi Chan, yang baru setahun lulus di Jurusan Arsitektur Universitas Kumahaatu, dibuat menangis tersedu-sedu oleh kelompok Ultran . 
Semua berawal ketika dia baru saja merampungkan karyanya yang pertama, sekaligus rumah milik pakubo ( pasangan kumpul kebo ) Maman-Sutinah . Tak lama, ribuan massa secara mendadak mendatangi rumah tersebut sambil membawa berbagai macam spanduk yang intinya kalo 3 PIXELS telah mengandung unsur pornoaksi .
“Saya bingung, Pak ! …..( huhuhu….huhuhuhu…Gopi memberi penjelasan sambil terisak-isak ) . Dimana letak karya saya yang telah disebut ngeres, porno, oleh mereka……. Kalo memang katanya itu seperti punyanya perempuan….Lah tapi design saya ini kan agak lancip keduanya . Trus kalo ada yang bilang, mirip punyanya pria . Iya, tapi ini kan dua jumlahnya . …Kalo pun memang yang itu tuh…Tapi ini kan satu tinggi, yang satu pendek..Bingung, Pak…Tolong beri mereka pelajaran . Owner saya jadi tidak tenang tinggal disana . “
“Saya pun sekarang bingung, Gopi . Tadi saya mencoba menerjang si Eng , selaku pemimpin Ultran . Yang ada, adalah penjelasan kalo dari mereka, tidak ada yang datang ke sana . Belum mungkin . Lah trus saya coba terjang ke pimpinan kelompok unjuk rasanya . Mereka bilang, mereka sama sekali ga ngerti arsitektur . Mereka Cuma datang untuk memberi pelajaran, sekaligus menggebrek, menangkap,si pakubo, onwer Gopi tuh, yang katanya kumpul kebo . …,” penjelasan Ben Tji .
“ooooohhh…………gitu….,”Cuma begini tanggapan Gopi berikutnya .

478 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini